Setahun yang lalu saya ingat betul, saya banyak menghabiskan uang untuk beli pakaian-pakaian branded dan beberapa di antaranya sampai hari ini belum dipakai alias masih ada “price tag”-nya. Saya kemudian berpikir, “Ngapain ya dulu beli pakaian kayak gini banyak banget?”. Mulai dari kaos dalam, kemeja kerja, jeans, dan banyak lagi. Itu masih dalam kategori pakaian, belum lagi pernak-pernik cangkir lucu untuk ngopi, ujung-ujungnya cuma beli doang, enggak pernah dipakai, dan barang itu pada akhirnya berganti tangan ke orang yang membutuhkan.

Belum cukup. Pengeluaran saya juga kacau dengan membelanjakan uang untuk nongkrong di coffee shop dan beli kopi dalam kemasan bubuk ataupun masih dalam biji kopi.

Hidup hanya sekali, nikmati saja.

Begitu yang ada dalam pikiran saya. Namun, saya tidak sendirian, beberapa teman juga mengalami hal yang sama. Mulai dari kecanduan gadget terbaru, accessories otomotif, sampai ada yang membeli dua mobil dalam setahun. Ketika dipikir-pikir, untuk apa kegilaan konsumtif ini dan bagaimana menghentikan ini semua? Saya membaca buku dari penulis Jason Vitug “You Only Live Once” dan ini 5 poin yang penting buat saya untuk dibagi kepada Sahabat Moola!

1. Money Goals

Untuk membuat money goals, hal yang perlu dilakukan adalah set-up pikiran kamu, kemana uang harus dialokasikan. Set-up pikiran untuk mencapai tujuan finansial itu baik supaya melatih perasaan, pikiran, dan bereaksi terhadap dunia di sekitar kita.

Semua orang pasti memiliki keinginan bermacam-macam. Ingin memiliki rumah yang lebih besar, jalan-jalan ke kota eksotis, wisata kuliner di tempat nge-hits, memiliki mobil atau motor baru, koleksi pakaian keren, memiliki gadget paling update, dan masih banyak lagi. Pada akhirnya semua keinginan itu harus berhadapan dengan realita gaji bulanan atau limit kartu kredit yang terbatas.

Maka dari itu, penting untuk set-up money goals karena sebetulnya dari semua keinginan yang dimiliki tidak semuanya kamu butuhkan. Set-up money goals membantu kamu untuk tidak menghamburkan uang pada hal-hal yang tidak perlu-perlu amat.

2. Financial Decisions

Ketika money goals sudah siap, usahakan untuk menggunakan uang sesuai tujuan utama. Jangan sampai uang yang sudah dialokasikan tersebut dibelanjakan pada barang atau experience yang kamu pikir akan membuat senang dan penting di media sosial. Ini wajar saja, kadang kita masih suka tergoda dengan packaging yang menarik dari retailer yang pintar menarik hati konsumennya.

Biar bagaimanapun, financial decisions adalah pilihan kamu masing-masing. Siapa yang menghabiskan uang tanpa pikir panjang akan dipaksa untuk bekerja keras di masa depan, terutama kamu yang menghabiskan uang belanja dengan cara berutang.

Jason Vitug memberikan rekomendasi untuk gunakan uang pada hal yang kamu cintai bukan pada hal yang kamu sukai. Bukankah impian hidup kamu tertunda karena kamu lebih banyak menghabiskan uang untuk hal-hal yang kamu sukai, bukan kamu cintai? Begitu kata Jason dalam bukunya.

3. Financial Literacy

photo credit: iStock

Menguasai financial literacy akan membantu menuntun hidupmu untuk mencapai impianmu. Seperti contoh sederhana saja, ketika saya memutuskan untuk menghitung pengeluaran saya untuk nongkrong di cafe dan makan-makan bareng teman di tempat-tempat nge-hits, saya menghabiskan 1,5 juta dalam sebulan. Belum lagi dengan kebiasaan saya membeli pakaian dan aktivitas lainnya jika dijumlahkan mencapai kurang lebih 2,8 juta sebulan.

Whoaa! Angka yang tidak sedikit ya. Saya punya cita-cita jalan-jalan ke Jepang, bisa dibayangkan kalau uang 2,8 juta saya save, mungkin sudah dari dulu saya menapaki jalan di Tokyo.

Jason memberi advice seperti ini, jika kamu masih belum sadar uang yang kamu habiskan untuk hal yang kamu sukai, mulailah untuk menghabiskan uang dari hal yang kamu cintai, yang kamu butuhkan, yang kamu sukai, dan yang kamu inginkan. Jangan diubah ya urutannya, diingat lagi setiap kamu mengalami dilema beli vs nabung.

4. Taking Control

photo credit: iStock

Usahakan uang yang kamu dapatkan dengan susah payah digunakan dengan benar. Kamu merasakan sendiri enggak gampang untuk bisa mendapatkan uang. Bangun pagi, berdesak-desakkan dengan penumpang lain di transportsai umum, nahan sabar ketika kereta terlambat, macet berjam-jam, berhadapan dengan motor-motor di trotoar dan polusi udara, negosiasi dengan customer, deal dengan supplier, dan banyak lagi.

Jika kamu mengalami kesulitan mengelola uang, mulailah percakapan dengan orang-orang yang paham betul dengan money goal kamu. Bisa mulai dengan orangtua, saudaramu, atau temanmu yang memang sudah berhasil mengelola keuangannya dengan baik. Usahakan agar uang terkontrol dengan baik.

5. Spending Rules

Yang terakhir dari Jason, ia berbagi spending rules yang sangat mudah untuk dicerna buat kita semua yakni:

1) Tidak menghabiskan uang lebih dari pendapatanmu

2) Bayarlah lebih sedikit dari barang-barang yang kamu beli seperti beli barang diskonan, memilih paket internet hemat, mengambil promo paket travel murah, dan lain sebagainya.

3) Membeli apa yang kamu cintai bukan apa yang kamu inginkan.

4) Gunakan kartu kredit untuk hal-hal yang benar.

Kurang lebih itulah 5 hal yang ingin saya bagi. Semoga berguna buat para pembaca setia Moola. Jadi, apa kamu akan menghabiskan uang untuk mewujudkan impian yang kamu cintai atau kamu akan menghabiskan uang untuk membuat kamu merasa okay sementara waktu pada hal yang kamu sukai?

BACA JUGA


Merasa 'Diporotin' Saat Belanja di Minimarket? Pakai 5 Cara Ini Biar Enggak Kecolongan Lagi!

Merasa 'Diporotin' Saat Belanja di Minimarket? Pakai 5 Cara Ini Biar Enggak Kecolongan Lagi!

Heran deh, kenapa sih kalau belanja ke minimarket berasa seperti 'diporotin'? Padahal niatnya cuma beli pasta gigi, ujung-ujungnya kok habis ...

Read more..

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "You Only Live Once! Agar Tidak Menyesal Kemudian, Begini Cara Mengelola Uangmu Secara Benar!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !