Dunia yang semakin maju membuat pola pikir masyarakat kian berubah. Jika dahulu masih menggunakan cara-cara lama untuk menyimpan uang, kini sudah mengenal cara yang aman untuk menghindari risiko kerugian yakni melalui tabungan bank, asuransi, serta investasi. Sayangnya, masyarakat belum cukup paham untuk membedakan ketiganya dan cenderung mengartikan sama. Padahal bila ditelusuri lebih dekat, jelas sekali terlihat bedanya. Berikut adalah hal-hal yang harus diluruskan agar kalian tak gagal paham!


1. Tabungan

Menabung berarti menyimpan, yakni saat kita mempunyai kelebihan pendapatan dan berniat untuk menyisihkan atau mengumpulkannya demi kepentingan yang akan datang, misalnya persiapan dana pendidikan, pensiun, properti, perjalanan ibadah, dan sebagainya. Menabung di bank adalah cara yang aman untuk menghindari risiko kehilangan dan kerusakan uang. Namun, iming-iming bunga bank yang diberikan pada nasabah seringkali tidak sebanding dengan tingginya tingkat inflasi dan biaya administrasi bulanan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa bunga bank hanyalah trik marketing untuk memikat calon nasabah. Inti dari tabungan ini memang untuk mengamankan uang dengan meminimalisir risiko yang ada.

Photo Credit: Tech Dissected

2. Investasi

Menurut pengertiannya, investasi adalah sejumlah pengorbanan ekonomi yang kita lakukan sekarang untuk memperoleh imbal hasil di masa mendatang. Jika tabungan di bank bermaksud mengamankan uang dengan menghilangkan risiko, maka investasi adalah cara untuk menaikkan nilai tambah dengan menyertakan segala risiko yang ada. Investasi sendiri dapat berupa properti, saham, logam mulia, maupun bentuk-bentuk yang lainnya.

Photo Credit: Value Investment India

3. Asuransi

Ini yang menarik! Ternyata berasuransi bukan termasuk berinvestasi atau menabung karena fungsi asuransi adalah sebagai alat proteksi. Sesuai definisi, asuransi adalah pengorbanan yang dilakukan seseorang di masa sekarang untuk menghindari risiko tak terduga di masa yang akan datang. Asuransi juga dikenal sebagai transfer risiko dari satu pihak kepada perusahaan perlindungan keuangan. Singkatnya, bila seseorang sedang berinvestasi maka ia mengharapkan imbal hasil di masa depan, namun berasuransi adalah menghindarkan risiko yang tidak diinginkan di masa mendatang. Sebagai strategi marketing yang ciamik, kini banyak produk asuransi yang mem-branding diri sebagai media proteksi sekaligus investasi dan tabungan agar calon nasabah berdatangan.

Photo Credit: Life Insurance 411

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah dapat disimpulkan bahwa mereka memiliki kesamaan? Tentu tidak! Sebab dalam perencanaan keuangan, menabung berperan sebagai saving, asuransi berfungsi sebagai protection, dan investasi tentu sebagai investing yang ketiganya memiliki tujuan dan prioritas berbeda.

BACA JUGA


Memilih Agen Asuransi Ternyata Lebih Susah Daripada Memilih Pacar! Ini Dia, 6 Syarat Agen Asuransi Ideal.

Memilih Agen Asuransi Ternyata Lebih Susah Daripada Memilih Pacar! Ini Dia, 6 Syarat Agen Asuransi Ideal.

Suatu hari, Desmond Tutu berkata, "You don't choose your family. They are God's gift to you, as you are to them." Tapi quote ini TIDAK ...

Read more..

Lantas, manakah yang perlu didahulukan antara tabungan, investasi, dan asuransi? Yang benar adalah mendahulukan asuransi. Karena dengan berasuransi, maka dana tabungan dan investasi otomatis terproteksi.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yang Harus Diluruskan Tentang Tabungan, Asuransi, dan Investasi. Anak Kekinian Wajib Mengerti!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !