Anak-anak bisa dikatakan orang paling bahagia dan mendadak kaya raya saat Lebaran. Tapi sayangnya, memberi angpau Lebaran tak selalu bagus efeknya bagi mereka. Para orang tua harus cerdas mewaspadai dan mengambil solusi akan hal ini. Mengapa demikian?

1. Tingkat konsumerisme anak menjadi lebih tinggi

Photo Credit: iStock

Hal ini tidak dapat dihindari lagi karena uang yang diperoleh anak-anak jauh lebih besar dari uang jajan harian mereka. Alhasil anak-anak kalap dan ingin membeli segala rupa mulai dari makanan, mainan, bahkan mungkin dipakai untuk hal-hal yang bagi orangtua dianggap tidak penting. Anak-anak menganggap itu uang mereka ya terserah mereka.

Jika hal itu terjadi, coba beri pengertian kepada anak mengenai skala prioritas, sifat hemat, aktivitas menabung serta beramal. Dengan skala prioritas anak belajar memanfaatkan uang yang diperoleh untuk keperluan sangat penting terlebih dahulu. Jangan lupa bantu anak untuk menentukan hal apa yang termasuk keperluan sangat penting beserta budget-nya. Jika ada lebihnya arahkan anak untuk menabung dan beri pengertian bahwa tabungannya akan bermanfaat kelak. Jangan lupa juga untuk mengingatkan pentingnya beramal dan beri pengertian bahwa di dalam rezeki kita juga ada rezeki orang lain.

2. Terjadi kecemburuan antar satu anak dengan yang lainnya

Momen yang paling seru biasanya saat menghitung angpau Lebaran yang didapat. Antara satu anak dengan yang lain saling membandingkan jumlahnya dan tak jarang terjadi kecemburuan. Padahal perbedaan jumlah juga terkadang terpengaruh dari usia sang anak. Misalnya jumlah yang diberikan kepada anak SD lebih kecil dari yang diberikan kepada anak usia SMP. Maksudnya sih supaya adil, tapi anak-anak menangkapnya lain.

Solusinya adalah biasakan anak untuk mengetahui kebutuhan sesuai usianya. Anak usia SD ke atas biasanya sudah bisa diberi pengertian. Pengertian ini sebaiknya disampaikan secara perlahan dan bertahap dan tidak hanya pada saat Lebaran. Pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari akan terbawa pada saat suasana Lebaran.

3. Anak menjadi ketakutan uangnya hilang

Saking senangnya mendapatkan uang banyak dan banyak rencana yang mereka pikirkan mengenai penggunaan uang yang didapat, anak menjadi takut uangnya hilang atau berkurang. Bagi yang sudah mengerti nilai uang, kurang sedikit saja pasti mereka tahu. Sedangkan bagi yang belum mengerti nilai uang tapi sudah mengerti warna uang, hilangnya 1 warna uang pun mereka akan tahu. Tidak percaya? Nanti bisa dibuktikan sendiri ya.

Hal ini bisa diatasi dengan orangtua menawarkan bantuan sebagai agen penitipan uang. Yakinkan anak bahwa dengan dititipkan pada orangtua uang mereka akan aman. Selain membuat anak-anak tenang, orangtua juga bisa memantau arus keluar masuknya uang angpau Lebaran.

4. Kesalahan presepsi mengenai nilai mata uang

Photo Credit: iStock

Bagi anak yang belum mengerti nilai uang, menghitung jumlah biasanya hanya dari banyak lembarannya saja. Uang 2 ribu sebanyak 5 lembar kan lebih banyak daripada uang 10 ribu sebanyak 1 lembar. Jadi semakin tebal lembaran yang didapat bisa diartikan itu lebih banyak.

Nah, hal seperti ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal nilai mata uang, terutama bagi anak usia TK. Sederhananya kita bisa membantu melalui warna mata uang dan angka atau gambar yang tertera pada uang.

5. Anak menjadi penagih atau meminta

Karena kegiatan berbagi angpau Lebaran ini pada umumnya dilakukan rutin setiap tahun, maka anak-anak yang pernah mendapatkan angpau Lebaran di tahun sebelumnya berani menagih atau meminta angpau kepada orang yang tahun sebelumnya memberi mereka. Mungkin kita bisa saja memaklumi tingkah polah anak tersebut. Tapi akan lebih baik jika anak-anak diingatkan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Selain kurang sopan, anak-anak juga sebaiknya diberi pengertian bahwa kebiasaan meminta sebaiknya dihindari. Angpau Lebaran adalah rezeki yang diperoleh dari orang yang memiliki kelebihan uang. Kondisi tersebut tidak akan sama setiap tahunnya. Maka dari itu bersyukurlah jika mereka mendapatkannya dan jangan meminta atau menagih bila mereka tidak diberi.

6. Angpau Lebaran dipakai oleh orangtua

Hal ini mungkin jarang tapi dapat saja terjadi, bukan? Ada kalanya orangtua meminjam angpau Lebaran yang dititipkan sang anak karena keperluan mendesak. Biasanya sih kondisi uang yang masih baru, halus dan kinclong membuat orangtua tergoda untuk memakainnya terlebih dahulu untuk berbagi kepada anak lain. Jika memang niatnya meminjam, tolong dikembalikan agar menjadi orangtua yang amanah atas kepercayaan anak-anak kita. Jadi kewaspadaan tidak hanya berlaku pada anak-anak saja, orangtua juga sebaiknya mewaspadai diri sendiri.

BACA JUGA


Mengatur Kelebihan Uang Jangan Asal. Kenalan dengan Reksadana Yuk, Sahabat Moola!

Mengatur Kelebihan Uang Jangan Asal. Kenalan dengan Reksadana Yuk, Sahabat Moola!

Saat kita ada dalam posisi kelebihan uang untuk kehidupan sehari-hari, pilihannya adalah antara militan untuk menabung atau bebas belanja ...

Read more..

Semoga angpau Lebaran anak-anak diperoleh dengan cara yang baik dan dapat dimanfaatkan dengan baik pula. Bagaimana menurutmu, Sahabat Moola?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Waspada! Memberi Angpau Lebaran Buat Anak Tak Selalu Baik. Ini Alasannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !