Seorang teman menceritakan kebingungannya mengatasi perilaku sang anak yang cenderung konsumtif. Tak jarang jika bepergian ke mall yang diniatkan untuk bersenang-senang bersama seluruh anggota keluarga, justru diakhiri dengan drama sang anak marah karena permintaannya tidak dituruti.

Apa sih yang membuat seorang anak berperilaku seperti itu, sementara anak lain tidak? Kali ini, mari kita siapkan karakter anak agar cerdas finansial.

1. Penuhi 'gelas cinta' anak

Photo Credit: Huffington Post

Dalam sebuah buku lawas Adi W. Gunawan menyebutkan bahwa setiap anak memiliki gelas cinta. Ketika gelas cinta si anak terpenuhi dari orangtuanya, anak akan baik-baik saja. Sebaliknya, jika gelas cintanya tidak terpenuhi, sangat mungkin si anak akan mencari atau berbuat sesuatu untuk mengisi kekosongan tersebut. Bentuknya? Bisa jadi moody, caper, minta sesuatu untuk mendapatkan perhatian orangtua. Termasuk minta mainan atau barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan olehnya.

2. Percaya diri

Photo Credit: Entrepreneur

Percaya akan dirinya, apa yang dimilikinya, membuat anak tak mudah merasa iri, membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Membuat anak tidak ingin menjadi seperti temannya atau ingin memiliki apa yang temannya miliki. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri si anak, orang \tua dapat membantu dengan menerima anak apa adanya. Sering terjadi, sengaja atau tidak, orangtua membandingkan anak dengan temannya atau orang lain. Ini akan membuat anak merasa rendah diri, merasa diri kurang, dan tentu saja membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Merasa khawatir dirinya tidak diterima jika tidak seperti teman-temannya. Demikian juga menyikapi iklan yang memang bertujuan menghabiskan keuangan melebihi dari kebutuhan. Jika anak percaya diri, lebih mudah mengkomunikasikan hal ini.

3. Mengendalikan keinginan

Ajarkan anak untuk bersabar dalam banyak hal. Termasuk mengendalikan keinginan memiliki sesuatu. Didik anak berusaha dahulu untuk mendapatkan keinginnannya. Mengendalikan keinginan berarti bijak mengelola keuangan untuk keinginan dan kebutuhan.

Photo Credit: iStock

4. Berbagi pada sesama

Dalam setiap kesempatan, ajak anak mengamati sekitar. Perhatikan bahwa kondisi setiap anak berbeda. Ajak anak diskusi, bimbing anak untuk menganalisa dan mengambil kesimpulan sendiri. Mengajari anak untuk mengamati, analisa dan mencari solusi melatih anak belajar banyak hal. Apa yang berangkat dari dirinya sendiri akan menimbulkan motivasi berbeda daripada jika orangtua yang meminta si anak melakukan, termasuk berbagi pada sesama, misal pada teman atau saudara yang kurang mampu. Berbagi bisa dalam banyak bentuk, termasuk mengajari teman atau adik.

Photo Credit: Huffington Post

5. Kreativitas

Photo Credit: Nanny 'n Me

Biasakan anak melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Diskusi dengan lebih banyak memberi kesempatan anak mengeluarkan pendapat, daripada mendengarkan pendapat. Tujuannya supaya anak belajar kreatif, menerima perbedaan dalam kehidupan dan sebagainya. Demikian juga ketika anak menginginkan sesuatu. Benda tersebut tidak harus dibeli untuk memiliki. Tapi bisa dipelajari membuatnya. Siapa tahu bahkan bisa dijual kepada teman-temannya. Sehingga menambah tabungannya yang dapat untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Bagaimana, Sahabat Moola? Siap mewariskan #cerdasfinansial untuk anak?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wariskan #CerdasFinansial untuk Anak Agar Bijak Mengelola Keuangan di Masa Depan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !