Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang mana seluruh umat Islam di dunia diwajibkan berpuasa dan beribadah dengan maksimal. Namun, sangat tidak mengenakkan bukan, bila di tengah kekhusyukan beribadah kita jadi bingung masalah keuangan? Kenaikan harga yang signifikan terhadap harga-harga di pasaran membuat kita harus memutar otak, bagaimana cara mengatur keuangan agar tetap seimbang dan tidak bokek saat Lebaran datang?

1. Belanja lebih awal

Photo Credit: iStock

Menghadapi harga kebutuhan pokok yang serba naik di pasaran, langkah awal yang bisa kamu ambil adalah dengan mencicil belanja persediaan bahan makanan mulai dari bumbu dapur, sembako (minyak, gula, tepung, beras), hingga makanan yang awet disimpan sebelum Ramadhan. Selain itu, manfaatkan makanan kering seperti abon, sambal botolan, atau dendeng yang praktis untuk variasi hidangan.

2. Lebihkan anggaran belanja

Photo Credit: Big Stock

Bila pada hari normal kamu terbiasa menganggarkan uang belanja dengan jumlah tertentu, maka lebihkan sedikit untuk dana ‘buka bersama’ maupun kegiatan lainnya. Misalnya saja dalam sebulan anggaran belanjamu sebesar 1 juta, maka buatlah anggaran sebesar Rp1.250.000,- atau menambahkan 25% dari jumlah awal. Jika ada lebihan atau dana tak terpakai, bisa kamu jadikan tambahan uang Lebaran. Asyik, kan?

3. Siapkan dana sedekah dan zakat sebelum Ramadhan

Photo Credit: Flickr

Nah, Ramadhan adalah saatnya berbagi lebih banyak kepada yang membutuhkan. Namun jangan sampai niat baik ini berbuah beban karena kamu tidak punya anggaran khusus bagi mereka. Untuk menyiasatinya, kamu bisa menyiapkan dana zakat dan sedekah sebelum Ramadhan tiba, agar puasa lebih nyaman dan ibadahpun semakin tenang.

4. Bikin parselmu sendiri

Photo Credit: GaulGelaa

Tradisi berkirim parsel jelang Lebaran memang sudah jamak dilakukan. Barangkali kamupun juga punya tradisi yang sama untuk berkirim parsel pada kerabat dan rekanan. Agar menghemat biaya pengeluaran, lebih baik kamu berbelanja sendiri dan merangkainya sendiri. Selain lebih murah, tentu cara ini akan menghindarkan kamu dari produk-produk kadaluwarsa yang biasa dijadikan parsel ucapan. Kamu pun bisa memilih items apa saja yang ingin kamu berikan sesuai kesukaan si penerima.

5. Rencanakan mudik dengan baik

Photo Credit: Flickr

Bagi kamu yang merantau, momen puasa atau Lebaran tentu ingin dihabiskan bersama keluarga tercinta. Belilah tiket mudik jauh-jauh hari agar harga tidak semakin meroket tinggi. Atau bila kamu berniat menggunakan kendaraan pribadi, maka carilah rute aman yang jauh dari kemacetan dan perbaikan jalan.

6. Atur pos pengeluaran

Photo Credit: Shy Girl Conquers the World

Agar segala kebutuhan tidak saling tumpang-tindih, maka buatlah pos-pos pengeluaran dan terapkan secara disiplin agar tidak berantakan. Bedakan mana pos kebutuhan keseharian, pos THR sanak saudara, pos dana mudik, pos baju lebaran dan suguhan lebaran, pos sedekah, serta pos lain sesuai prioritas Sahabat Moola.

7. Tangkaplah peluang

Photo Credit: ShopKeep

Hal terakhir yang perlu kamu perhitungkan adalah memanfaatkan momen Ramadhan untuk menambah pundi-pundi pendapatan. Tangkap peluang berbisnis takjil, kue kering, baju muslim, mukenah, atau kebutuhan hari raya lain dan tawarkan kepada lingkungan sekitar. Carilah supplier dengan harga terbaik agar harga yang kamu pasang tidak terlalu memberatkan pelanggan namun tetap mendapat profit yang menguntungkan. Dijamin, pembeli senang, pedagangpun untung besar.

BACA JUGA


Atur Budget Makan Siang Bikin Kamu Punya Dana Liburan? Begini Caranya!

Atur Budget Makan Siang Bikin Kamu Punya Dana Liburan? Begini Caranya!

Bulan-bulan ini ada banyak long weekend. Kesempatan yang tepat untuk liburan dan posting foto-foto terbaikmu di Instagram tentunya. Gak bisa ...

Read more..

Semoga ibadah kita selalu lancar dan arus kas tetap normal meski kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan tiba. Apakah kamu punya trik lain, Sahabat Moola?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Trik Mengatur Keuangan Menghadapi Kenaikan Harga di Bulan Ramadhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !