Ada yang merasa dirinya pelari?

5K sih latihan.

10K itu biasa.

Half Marathon hello!

Full Marathon di luar negeri!

Eh! Tunggu dulu.


Kalau ada di antara kamu yang lagi rajin-rajinnya jadi pelari, pasti deh kamu mulai tergeret keseruan ikutan race. Pertama kali ikutan race, saya benar-benar baru 'belajar lari'. Seru banget, 3K saja sudah ngos-ngosan. Sempat stres juga karena yang ikutan race, mayoritas anak-anak remaja yang tenaganya masih kuat banget. Tapi dari race pertama itu (gratisan diajakin teman yang jadi panitia) saya jadi ketagihan. Mulailah segala race tertarik. Eh ada ongkosnya lho!


Berikut tips supaya kamu bisa merencanakan your next big race!



1. Berbagi jatah race


Ada race 10K biasa aja. Ada juga Full Marathon di kota yang kamu cita-citakan. Kedua jenis race ini berbeda dan akan makan biaya yang berbeda juga. Coba petakan dulu, mau ikutan berapa kali 10K race dalam setahun? Biaya pendaftaran 10K biasanya gak terlalu mahal. Kamu bisa tukar saja dengan anggaran entertainment akhir pekan. Tapi kalau ada 10K race di luar kota, jadi beda lagi ya.

Biasakan mengatur plot race yang biasa dengan race khusus di luar kota atau luar negeri. Misalnya buat rencana matang agar dalam satu tahun bisa mengikuti race seperti ini: 6 x 10K di dalam kota, 2 Half Marathon di luar kota dan 1 Full Marathon di luar negeri.


2. Menjadi early bird

Banyak race menawarkan biaya pendaftaran dengan diskon khusus jika kamu menjadi pendaftar early bird alias daftar awa. Oleh karena itu, penting sekali kamu untuk update selalu. Bergabunglah dalam komunitas lari yang kamu sukai agar selalu 'mendengar' saat ada race penting digelar.


3. Manfaatkan penawaran khusus tiket pesawat terbang

Terutama untuk race luar kota dan luar negeri, kamu membutuhkan anggaran tersendiri ya. Ini ibarat mau liburan aja. Segera hunting tiket pesawat terbang. Kamu bisa memanfaatkan penawaran khusus, program di travel fair hingga beli tiket murah jauh-jauh hari. Jangan lupa perhatikan tanggal kedatangan dan kepulangan agar tersedia cukup waktu untuk pengambilan race pack, istirahat dan penyesuaian diri plus ada jalan-jalan juga ya!



4. Sepatu lari

Kondisi sepatu lari menentukan kenikmatan saat kamu ikut race. Sebagai pelari kamu tentu sadar betul pentingnya finish strong. Lari tanpa cedera sama pentingnya dengan membukukan personal best waktu berlari. Yuk sediakan anggaran khusus untuk membeli sepatu lari. Pemilihan sepatu lari tentu saja tergantung bentuk kaki dan style larimu. Tapi tentu untuk pelari 10K akan beda lagi dengan pelari Full Marathon veteran. Sol sepatumu itu, ada batas waktunya harus diganti. Jadi sebagai pelari memang HARUS tahu kapan ganti sepatu!



5. Aksesoris dan Pelengkap Lain

Saat berlari biasanya cuma pelari Kenya ya yang lari tanpa aksesoris. Kamu senang pakai aksesoris apa? Mungkin ada yang khusus punya compressor untuk lari di atas 10K. Atau punya jaket dan visor khusus dengan warna senada jersey run-mu. Ada lagi yang sigap dengan jam tangan khusus atau belt keren untuk menyimpan HP. Belum lagi persiapan long run seperti energy gel dan salt tablets. OK ternyata banyak aksesorisnya kak?

Saya biasanya menyediakan anggaran belanja yang digabung dengan anggaran akhir pekan. Nah belanja aksesoris lari ini saya masukkan dalam anggaran belanja tadi. Jadi kalau lagi ingin beli kaos kaki lari yang gak ada jahitannya, saya mengurangi jatah ngopi di kafe.


Dengan cara begini, kamu jadi siap untuk hadir di semua race yang kamu... MAMPU! Ingat ya sekeren apa pun personal best kamu saat masuk garis finish, tetap gak keren kalau dari atas ke bawah ternyata cicilan semua! Ayo siapkan dananya, nikmati larinya. Selamat berlari!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Ikut Event Lari Tapi Budget Terbatas? Rencanakan Race dengan 5 Tips Ini untuk Kamu yang Ngaku Pelari!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !