Tidak tahan di pekerjaannya yang sekarang karena selalu dimarahi atasan dan ditelikung kolega sendiri, Rina memutuskan untuk resign tanpa berpikir panjang. Berhubung usia masih produktif dan kualifikasi lumayan, ia mengira akan segera menemukan pekerjaan baru lagi. Namun, ternyata ia harus menerima kenyataan bahwa sebagian besar perusahaan yang ia lamar tidak pernah memanggilnya.

Bagaimana kalau kamu sudah telanjur jadi pengangguran seperti Rina, tapi nggak tahan diam lama-lama di rumah? Tapi, jangan gegabah juga mencari pekerjaan baru, meskipun kamu sedang butuh (uang) untuk survive. Setidaknya, pelajari dulu kelima hal ini sebelum kamu menerima tawaran kerjaan baru:

1. Ketahui job desk yang akan kamu kerjakan

Ada perusahaan yang menjelaskan dengan detail tugas dan beban pekerjaanmu, ada juga perusahaan yang menambahkan kriteria “bisa multitasking”. Kalau sudah ada keterangan seperti itu, sebaiknya kamu tanyakan ketika diwawancarai, multitasking yang dikehendaki perusahaan seperti apa.

Jika kamu merasa beban pekerjaan yang akan dilakukan melebihi kapasitasmu dan tidak sesuai dengan gaji atau fasilitas yang akan kamu dapatkan, sebaiknya kamu tidak ambil pekerjaan itu. Ini lebih baik ketimbang ke depannya kamu hanya bisa ngedumel tapi perusahaan berkilah bahwa sebelumnya kamu telah menyanggupi job desk tersebut.

2. Sesuaikan job desk dengan statusmu

Kamu juga mesti tahu apakah statusmu temporer, karyawan kontrak atau tetap? Jika temporer, kamu mesti menanyakan apa saja fasilitas yang tidak akan kamu dapatkan, terutama asuransi dan uang transport. Ini penting, apalagi jika beban kerjamu lumayan banyak yang memerlukan kamu harus sering overtime atau lembur. Begitu pula dengan fasilitas cuti.

Jika kontrak, berapa lama kamu akan bekerja untuk perusahaan itu, dan apakah ada jaminan untuk menjadi tetap? Jika tidak ada, pastikan apakah kamu mendapat fasilitas seperti yang disebut di atas atau tidak, dan sesuaikan dengan bobot kerjamu.

3. Tanyakan sistem penggajiannya

Ini juga penting nih, karena menyangkut hajat hidupmu sehari-hari. Biasanya sistem penggajian untuk staf temporer berbeda dengan staf kontrak atau tetap. Ada perusahaan yang membayar gaji harian namun tetap dibayarkan di akhir bulan seperti staf kontrak atau tetap. Ada juga perusahaan yang membayarkan gaji harian dalam arti dibayar setiap hari kamu masuk, tapi ada pula yang membayarkan gaji sesuai dengan kebijakan perusahaan tersebut mengeluarkan uang pada hari tertentu.

Kamu mesti mengetahui hal ini sejak hari kamu diwawancarai, jangan sampai tanggal tagihan-tagihanmu terlewat hanya gara-gara gajimu belum turun.

4. Ketahui juga fasilitas yang akan kamu dapatkan

Seperti yang disebutkan pada nomor dua, kamu harus menanyakan fasilitas yang akan kamu dapatkan sesuai dengan status atau posisimu di kantor baru.

Bagaimana pun, mempunyai asuransi kesehatan jaman sekarang sangat penting, loh, apalagi jika kamu bekerja di kota besar dengan tekanan kerja tinggi. Kalau pun kamu tidak mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan, setidaknya kamu sudah punya asuransi kesehatan pribadi meskipun biasanya hanya bisa mengganti biaya rawat inap rumah sakit.

Selain asuransi, tanyakan apakah jika kamu ditugaskan keluar kantor, kamu akan diberikan voucher taksi atau sistem pembayarannya reimburse? Jika diberikan opsi yang kedua, kamu sudah harus memikirkan alternatif transportasi apa saja yang tidak membuat kantongmu bolong tapi tetap bisa diganti kantor. Siapkan buku kuitansi di tasmu jika sang pengemudi tidak menyediakan invoice.

5. Sambil menunggu, mengapa tidak bekerja dari rumah?

sambil nunggu dapet kerjaan baru, mengapa nggak coba kerja dari rumah saja? (foto: pexels.com)

Ya, sambil menunggu panggilan wawancara untuk kerjaan berikutnya, kamu juga bisa loh bekerja dari rumah. Bahkan sekarang semakin banyak pekerja kantoran yang lebih memilih untuk tidak perlu setiap hari datang ke kantor, apalagi melihat kemacetan di kota besar seperti Jakarta yang kian parah.

Yang suka menulis, kamu bisa mulai aktif mengisi blog kamu dan mengikuti event-event komunitas. Kamu juga bisa membuka jasa terjemahan jika kemampuan bahasa asingmu lumayan, atau bahkan menawarkan jasa kursus privat. Siapa tahu dari mengikuti berbagai kegiatan atau memberikan jasa sesuai keahlianmu, kamu malah mendapatkan tawaran kerja baru yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Who knows… ***


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Telanjur Resign? Inilah 5 Tips Memilih Pekerjaan Baru Agar Tak Menyesal Kemudian". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !