Anggapan bahwa wanita tidak bisa berkarir di industri teknologi atau memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan adalah pemikiran yang kuno. Pasalnya tidak hanya laki-laki, para wanita pun membuktikan bahwa mereka layak dan mampu untuk berkarir di bidang yang umumnya dikuasai para pria. Selain itu, mereka juga membuktikan bahwa wanita sesungguhnya juga layak untuk memimpin.

Wanita-wanita dalam artikel ini adalah orang-orang hebat. Mereka yang berhasil membuktikan pada dunia bahwa wanita sebenarnya juga bisa sejajar dengan para pria. Mereka adalah wanita-wanita luar biasa, yang tidak hanya mengandalkan kecantikan atau tampilan fisik saja tetapi juga kecerdasan dan kepiawaian dalam bidangnya. Berikut ini para wanita muda nan cantik yang berhasil mendirikan startup dan memimpin bisnis mereka sendiri!

1. Payal Kadakia - Co Founder and CEO ClassPass

elitedaily.com

Payal Kadakia memulai bisnisnya dengan cara yang terbilang unik. Dahulu, Payal pernah mengalami tindak kejahatan ketika dirinya dirampok dan semua barang miliknya dibawa kabur oleh segerombolan orang. Sejak saat itulah Payal berpikir untuk mendirikan kelas bela diri dan yoga, dengan tujuan untuk melindungi diri dari tindak kejahatan yang bisa menyerang sewaktu-waktu.

Mulai dari situlah Payal membuka Classitivity yang kemudian berganti menjadi ClassPass. Perusahaan yang didirikan ternyata mengalami kemajuan pesat hingga memiliki nilai aset sebesar USD 400 juta atau setara 5,6 Triliun rupiah. Bahkan lantaran memiliki prospek yang bagus, perusahaan Payal pun mendapat suntikan dana yang nilanya mencapai USD 40 juta atau sekitar 560 Miliar rupiah.

2. Alexandra Wilkis Wilson - Co-Founder of Gilt Group and CEO of Glamsquad

ventureforamerica.org

Tak kalah hebat dari Payal Kadakia, pendiri startup berparas cantik lainnya adalah Wilkis Wilson. Ya, Wilkis adalah pendiri sekaligus CEO dari perusahaan yang bernama Glamsquad. Jika kamu mengenal Go Glam di Jakarta, nah perusahaan rintisan Wilkis ini bergerak di bidang jasa perawatan layaknya Salon berbasis di New York. Layanan GlamSquad ini dapat dipesan melalui telepon atau perangkat elektronik.

Wilkis meyakini bahwa di New York terdapat banyak wanita karir yang sibuk sehingga tak bisa melakukan perawatan diri di salon. Pemikiran Wilkis emang tak keliru, karena GlamSquad kini mendapat suntikan dana dari berbagai pihak. Bahkan suntikan dana paling tinggi bernilai USD 15 juta atau setara 210 miliar rupiah. GlamSquad pun kini memiliki total modal sebesar USD 24 juta atau sekitar 336 miliar rupiah.

3. Marcela Sapone and Jessica - Founder Alfred

www.betaboston.com

Marcela dan Jessica bersahabat sejak sama-sama kuliah di Harvard Business School. Kreativitas dan kecerdasan mereka akhirnya melahirkan sebuah perusahaan startup bernama Alfred yang bergerak di bidang penyedia jasa pekerjaan sementara. Pekerjaan sementara yang tersedia pun bermacam-macam jenisnya, mulai dari mengantar paket hingga mencuci.

Layanan ciptaan Marcela dan Jessica ini dibanderol dengan harga USD 99 atau sekitar 1,38 juta rupiah per bulannya. Ide brilian dua gadis cantik ini pun membuahkan keuntungan besar dengan total pendanaan yang dicapai sebesar USD 12,5 juta atau setara 175,18 miliar.

4. Leura Fine - Founder Laurel & Wolf

www.marthastewart.com

Awalnya, Leura Fine adalah seorang desainer interior profesional. Setelah bertahun-tahun menekuni profesinya, Leura pun memiliki ide untuk mendirikan perusahaan yang kemudian diberi nama Laurel & Wolf. Startup yang dibangun oleh Leura ini berupa layanan berbasis software yang dapat menghubungkan antara desainer dan klien.

Customer hanya perlu membuka situs yang tersedia dan menentuan desain dengan menjawab sejumlah pertanyaan serta mengupload gambar ruangan yang ingin didesain. Menurut Leura, bisnis yang didirikannya ini berbasis kustomisasi sehingga tidak akan ada desain yang sama. Layanan ini dibanderol dengan harga USD 299 atau sekitar 4,2 juta rupiah.

5. Reham Fagiri - Founder AptDeco

www.youtube.com

Wanita ini bekerja sama dengan rekannya yang bernama Kalam Dennis mendirikan AptDeco, layanan jual beli furniture yang berbasis di kota New York. Layanan ini memudahkan bertemunya penjual dan pembeli furniture lewat apikasi yang disediakan.

Saat ini AptDeco berada di bawah naungan startup inkubator bernama Y Combinator yang sudah sangat berkembang di Amerika. Terobosan yang dilakukan Reham melalui startup rintisannya juga terbilang berani karena telah mendobrak sistem jual beli furniture secara konvensional yang ada saat ini.

Saat ini, ranah teknologi dan kursi pemimpinnya tidak lagi dikuasai oleh para pria saja. Para wanita pun akhirnya berhasil membuktikan bahwa mereka bisa menduduki posisi yang sama berbekal kemampuan dan kecerdasan yang prima. Selama punya kemampuan dan kecerdasan, memiliki startup dengan nilai jual tinggi tentu bukan sesuatu yang mustahil.

Selain itu, para wanita cantik ini juga membuktikan bahwa idealnya wanita tidak hanya mengandalkan penampilan fisik semata. Lebih dari itu, soal kecerdasan dan kreativitas adalah dua hal yang tak kalah pentingnya. Ketika seorang wanita bisa menyeimbangkan antara penampilan dan kecerdasan, tentu hasil yang diperoleh akan lebih maksimal dan memuaskan. (VER)


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Cuma Modal Cantik Saja, 5 Wanita Ini Membuktikan Prestasinya dengan Mendirikan Start Up". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !