Fungsi dari pajak yaitu sebagai salah satu sumber dana negara untuk melaksanakan kebijakan sosial dan ekonomi yang akan dinikmati juga oleh rakyat. Pajak juga sarana untuk menegakkan demokrasi di mana kedaulatan ada di tangan rakyat. Artinya dari rakyat untuk rakyat, dari kita untuk kita.

Siapa saja sih wajib pajak ini? Ada 2 kategori untuk wajib pajak yaitu wajib pajak orang pribadi (WPOP) dan wajib pajak badan (WPB). Wajib pajak orang pribadi (WPOP) contohnya adalah usahawan, dokter, pengacara, karyawan swasta maupun karyawan pemerintah seperti PNS, TNI, POLRI dan lain-lain. Lalu wajib pajak badan (WPB) sudah jelas adalah suatu badan usaha milik swasta maupun milik negara.

Sistem yang dipakai perpajakan negara adalah sistem self assessment yaitu pelaksanaan kewajiban perpajakan setiap tahunnya diakhiri dengan kegiatan pelaporan pajak melalui penyampaian SPT. Inilah sebabnya mengapa karyawan, pekerja atau pegawai yang pajak penghasilannya telah dipotong oleh pemberi kerja tetap wajib mengisi dan menyampaikan SPT tahunan ke kantor pajak.

Haduh, apalagi ini SPT?

SPT kepanjangan dari Surat Pemberitahuan. SPT digunakan untuk melaporkan perhitungan pajak yang terhutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Tentunya kewajiban ini sangat merepotkan, sudah dipotong dari penghasilan kita tapi masih berkewajiban tetap melaporkannya. Itu dulu, sejak tahun 2013 telah ada yang namanya e-filing yang membantu WP laporan tanpa harus repot antri atau mengirim lewat pos/ekspedisi.

E-filing itu apa?

E-filing adalah salah satu cara penyampaian SPT tahunan PPH secara online melalui website DJP online. Cara ini disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak agar memudahkan dan meningkatkan pelayanan kepada para WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Sebelum kamu melakukan e-filing pajak online ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:

1. Mendapatkan EFIN (Electronic Filing Identification Number)

Datangi kantor pelayanan pajak (KPP) terdekat bagi WPOP dan KPP terdaftar bagi WPB.

Bagi WPOP, dokumen yang harus dibawa adalah formulir aktivasi EFIN pajak yang sudah dilengkapi, alamat email aktif, fotokopi serta aslinya KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA dan fotocopy serta aslinya NPWP.

2. Registrasi di website DJP online dan mengaktivasikan EFIN

Jangan khawatir, kamu akan dituntun tahap-tahapnya hingga selesai.

3. Mengisi formulir SPT yang tersedia

Setelah registrasi berhasil, kamu langsung dapat login, isi SPT mengikuti panduan yang ada. Setelah selesai, akan ada tampilan ringkasan SPT kamu.

4. Kirim SPT kamu.

Sebelum kamu mengirimnya, ambil kode verifikasinya yang dikirim lewat email kamu. Masukkan kode verifikasi setelah itu klik “kirim SPT”.

Sangat mudah dan tidak memakan waktu yang lama. Namun, ada beberapa tips dan trik untuk pengisian SPT kamu di tahun berikutnya:

1. Catat nomor EFIN

E-filing dibuat untuk memudahkan. Jika kamu lupa dengan nomor EFIN kamu, maka kemudahan itu berubah jadi merepotkan. Karena kalau kamu lupa dengan nomor EFIN, artinya kamu harus menyempatkan waktu kembali mengunjungi KPP lagi untuk minta print ulang nomor EFIN. Semoga jika ini terjadi kamu dalam keadaan banyak waktu luang.

2. Buat alarm pengingat tanggal pelaporan

Batas waktu penyampaian SPT tahunan melalui e-filing untuk WPOP adalah tanggal 31 Maret dan 30 April untuk WPB. Sebaiknya seminggu atau bahkan 2 minggu sebelum batas waktu, kamu sempatkan untuk pelaporan SPT tahunan ini, karena jika waktunya semakin dekat atau tepat pada tanggal 31 Maret untuk WPOP atau 30 April untuk WPB, website DJP Online sulit di akses yang disebabkan banyak yang sedang menggunakannya.

3. Jangan terlambat

Keterlambatan pelaporan SPT akan diberikan sanksi administrasi dalam bentuk denda sebesar 100 ribu rupiah hingga dipidana penjara 6 bulan hingga 6 tahun.

Ayo kita berkontribusi untuk pembangunan negara kita. Semoga bermanfaat, Sahabat Moola!

BACA JUGA


Harga BBM Non Subsidi dan STNK Naik! Inilah 5 Tips Agar Bisa Tetap Hemat Berkendara

Harga BBM Non Subsidi dan STNK Naik! Inilah 5 Tips Agar Bisa Tetap Hemat Berkendara

Sebelum panik, simak dulu yuk 5 tips berkendara dengan hemat di bawah ini

Read more..

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Taat Pajak Versi E-Filing, Bagaimana Caranya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !