Pertanyaan:

Kak, perlu nggak sih mulai investasi di properti?

Saya sudah bekerja dan masih tinggal dengan orang tua di daerah Tomang, Jakarta Barat. Kakak saya yang sudah menikah dan punya anak akan segera pindah ke daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Saya nggak kenal daerah itu. Tapi kakak saya bilang, mending saya beli juga rumah di area itu. Jadi sekarang saya sedang memikirkan apakah saya perlu investasi properti.

Kalau saya beli properti itu, nggak akan saya tinggali karena saya masih nyaman tinggal dengan ortu dan saya nggak kenal juga area Bintaro. Menurut kakak gimana?

Salam,

Filza, Jakarta Barat


Jawaban:

Halo Filza,

Saya selalu menggunakan properti sebagai salah satu indikator seseorang memiliki keuangan yang kuat. Saat membeli rumah, biasanya seseorang mengumpulkan DP dulu. Proses mengumpulkan DP ini saja sudah menunjukkan orang ini punya komitmen menabung yang besar.

Kemudian, ada proses kredit. Banyak orang membeli rumah dengan cara menggunakan KPR, baik di bank konvensional maupun bank syariah. Untuk itu, tentu perlu bisa menunjukkan sumber penghasilan dan kemampuan membayarkan cicilan.

Nah yang menarik sekarang adalah, kapan seseorang perlu memulai investasi properti. Jika Filza ingin membeli rumah untuk ditempati sendiri, saya tidak akan menahan-nahan yah. Upaya seseorang untuk memulai hidup mandiri perlu selalu mendapat dukungan. Tetapi jika Filza ingin berinvestasi properti ayo kita cermati kembali.

photo credit: kompas


Investasi properti, artinya ini bukan properti yang Filza ingin tempati sendiri.


Investasi properti punya dua manfaat. Pertama properti bisa disewakan sehingga memberikan ‘gajian’ rutin untuk pemiliknya. Kedua properti cenderung memiliki pertambahan nilai setiap tahun. Sehingga saat dijual, pemilik bisa merasakan keuntungan.

Jika Filza membeli properti untuk investasi, manfaat mana yang kamu incar? Untuk manfaat pertama, hitungan cicilan vs sewa belum tentu cocok. Cicilan KPR-mu mungkin lebih tinggi dibandingkan hasil sewa dan biaya perawatan. Sedangkan untuk dijual, artinya kamu tetap harus berhadapan dengan cicilan KPR hingga rumah tersebut berhasil dijual.

Beli properti itu nggak pernah salah. Tetapi saat kamu membeli properti tentu perlu cek juga apakah sudah siap secara materi maupun secara mental. Komitmen membeli properti ini tinggi. Bukan kakakmu atau ibumu yang harus berhadapan dengan akad kredit di bank. Ternyata, komitmen tinggi itu bukan cuma saat menikah ya, tetapi juga saat membeli properti.


Apa pun keputusanmu, pastikan kamu mengerti konsekuensinya ya! Selamat!


Selamat mencoba!

~Ligwina~

Founder / CEO QM Financial dan Plan.id

Managing Editor Moola.id


For-Moola adalah kolom khusus Ligwina Hananto.

Kamu juga bisa mengajukan pertanyaan keuangan melalui email: hello@moola.id.

For-Moola is POWERED by Plan.id.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seperti Menikah, Beli Properti Juga Butuh Komitmen Tinggi. Inilah yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Investasi Properti". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !