Beberapa waktu lalu, seorang Ira Koesno—news anchor kebanggan Indonesia kembali mengguncang jagat media melalui penampilan apiknya saat mengawal debat Cagub DKI di salah satu stasiun televisi. Gayanya yang kritis, lugas, dan cerdas menyihir pemirsa hingga menjadikannya buah bibir dimana-mana. Perempuan bernama asli Dwi Noviratri Koesno Martoatmodjo yang lahir di Jakarta, 30 November 1969 tersebut merupakan peraih dua gelar Master dari Universitas Bristol dan Universitas Westminster dan pemilik perusahaan Ira Koesno Communication (IKComm) yang bergerak di bidang strategi komunikasi. Sayang sekali, di balik prestasinya yang gemilang, masyarakat justru gemar mencari-cari kelemahan. Ya, siapa mengira bila sosok cantik tersebut telah berusia 47 tahun dan belum memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya?

Di era yang serba maju, kita—wanita—berpikir lebih luas ketimbang batas-batas yang mampu menghambat cita-cita. Para wanita mandiri tak hanya menjadikan pernikahan sebagai tolok ukur kesuksesan atau tujuan akhir kehidupan. Semakin cerdas pemikiran wanita, maka ia paham apa saja yang diinginkan dan tidak mau sekadar menjadi beban. Wanita masa kini membutuhkan ruang tersendiri untuk berekspresi, menunjukkan eksistensi dengan terus berkarya tiada henti. Berikut adalah beberapa alasan untuk menunda pernikahan agar wanita tak mudah diremehkan!


1. "Saya berkomitmen menyelesaikan pendidikan dengan baik."

Bagi sebagian wanita yang telah menemukan cinta di awal dua-puluhan, seringkali mudah bimbang mengambil keputusan. Akankah membuang kesempatan emas bersanding dengan lelaki pujaan, ataukah bertanggungjawab terhadap pendidikan? Memang sebagian wanita mampu menjalani keduanya, tapi tidak sedikit yang berakhir sia-sia. Padahal, wanita yang berpendidikan tinggi tentu memiliki nilai tambah di hadapan mertua dan suami.

Photo Credit: Clipart Library

2. "Saya harus mempunyai pekerjaan dan mandiri secara finansial."

Setelah menyelesaikan pendidikan, pikiran terfokus untuk mencari pekerjaan. Para wanita harus sadar bahwa mandiri secara finansial akan membuatnya tidak mudah diremehkan dalam pernikahan maupun kehidupan sosial. Mengelola uang sendiri sangat berbeda dengan mengelola uang suami. Seorang istri yang bekerja mempunyai otoritas dalam mengatur kebutuhannya.

Photo Credit: Meaningful Women

3. "Saya ingin menyekolahkan adik dan membantu perekonomian keluarga."

Banyak orangtua meyakini, menyekolahkan anak berarti sedang berinvestasi. Dengan membekali pendidikan yang tinggi, mereka berharap anak-anaknya mampu membantu perekonomian orangtua di usia senja, atau membantu pendidikan saudaranya yang masih butuh banyak biaya. Tak pelak hal tersebut menjadi cara bagi seorang anak untuk membalas jasa dan kasih sayang keluarga.

Photo Credit: Android2013

4. "Membangun relasi sangat berguna bagi masa depan, saya ingin mengenal banyak orang."

Dengan relasi dan pergaulan yang luas, wanita mempunyai pengalaman yang tak terbatas. Pengalaman juga pengetahuan tersebut menjadi bekalnya mengarungi kehidupan dan menyelesaikan permasalahan. Di sisi lain, lingkup pertemanan yang luas menjadi wadah bagi wanita untuk terus berkarya, berkreasi, dan menunjukkan jati diri sesuai minat dan bakatnya.

Photo Credit: Click4Corp

5. "Membangun relasi juga bisa dengan cara berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar."

Menunda pernikahan berarti bisa menikmati masa muda dengan lebih banyak berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat yang membutuhkan. Menjadi guru sukarela untuk anak-anak jalanan atau volunteer dalam event kebudayaan tentu menjadi pengalaman berharga dalam memandang sebuah kehidupan.

Photo Credit: Go Abroad

6. "Hidup tidak pernah gampang, saya harus mendewasakan diri melalui berbagai ujian."

Menunda pernikahan untuk mematangkan diri adalah pilihan yang patut dihargai sebab pernikahan bukanlah akhir, tapi justru sebuah awal kehidupan yang sesungguhnya. Meski banyak wanita yang mampu menghadapi ujian pernikahan, tapi tak sedikit pula yang akhirnya menyerah dan menyelesaikan masalah secara gegabah!

Photo Credit: Scarlet Scribe

7. "Menikah tak melulu bermodal cinta, saya ingin menambah kompetensi dengan mengikuti pelatihan."

Nah, bukankah wanita hebat adalah wanita yang terampil mengerjakan apa saja? Jangan sampai diremehkan mertua hanya karena tidak bisa memasak atau tidak bisa mengerjakan urusan rumah tangga. Bukan masanya lagi wanita bermanja-manja dan ingin diperlakukan bak puteri raja, kan?

Photo Credit: Bewellwitharielle

8. "Lihatlah dunia yang begitu indah! Saya ingin menjelajahi sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta."

Muncul istilah baru seperti ‘ibu-ibu alay’ atau ‘ibu-ibu kurang piknik’ yang timbul karena reaksi emosional seorang wanita yang belum tuntas menikmati masa lajangnya. Mumpung masih ada kesempatan, jelajahi tempat-tempat baru agar pengalamanmu bertambah sekaligus mensyukuri ciptaan Tuhan.

Photo Credit: Huong Viet Travel

9. "Anak-anak saya harus mendapat figur yang baik dari orangtua. Karena itu saya harus memperdalam agama dan menerapkannya."

Apa yang terjadi bila usai menikah dan punya keturunan, level iman dan pengetahuan agama seorang ibu masih datar-datar saja? Bukankah ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya yang menjadi panutan dalam menapaki kehidupan selanjutnya?

Photo Credit: Dawn

10. "Ya. Saya tidak mau terjebak dalam hubungan yang salah. Saya harus berpikir matang dan tidak gegabah!"

Inilah intinya! Dengan sedikit menunda pernikahan hingga waktu yang sangat tepat, kita akan lebih mantap menjalin komitmen bersama pasangan yang betul-betul teruji dalam berbagai kondisi. Tak perlu gegabah membuat keputusan besar, karena seumur hidupmu akan dijadikan pertaruhan.

Photo Credit: HD Wallpapers Rocks

BACA JUGA


Bebaskan Pernikahanmu dari Hutang! Inilah 9 Hal yang Bisa Dihemat dari Pengeluaran untuk Pesta Pernikahan!

Bebaskan Pernikahanmu dari Hutang! Inilah 9 Hal yang Bisa Dihemat dari Pengeluaran untuk Pesta Pernikahan!

Belakangan ini pasangan yang hanya mempersiapkan pesta pernikahan cukup sederhana dan terkesan hanya untuk pribadi aja rasanya udah jarang ...

Read more..

Jodoh kita memang di tangan Tuhan. Tapi bila Dia belum memberi jodoh yang tepat, apa lagi yang bisa kita lakukan selain terus berdoa dan berjuang menggapai cita-cita yang kita dambakan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seperti Ira Koesno, Inilah 10 Alasan Tepat untuk Menunda Pernikahan Agar Wanita Tak Diremehkan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !