Milenials yang masih kuliah atau sudah bekerja, perkara mencari tempat tinggal memang gampang-gampang susah. Apalagi jika kampus atau kantormu letaknya di kota besar yang padat penduduk dan lalu lintas, inginnya sih dapat rumah atau kos yang mudah dijangkau. Mau tetap tinggal di rumah ortu atau saudara, maupun memilih ngekos atau nyewa apartemen, tetap ada plus minusnya.

Berikut ini lima hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk ngekos, nyewa apartemen atau tinggal di rumah ortu/saudaramu :

tinggal di rumah ortu/saudara berarti kamu bisa irit biaya sewa. (foto: pexels.com)

1. Tinggal di rumah ortu/saudara, berarti kamu akan irit pengeluaran bulanan untuk biaya sewa

Ya mana ada sih ortu yang akan membebankan biaya sewa untuk anaknya sendiri ? Kalau di rumah saudara, mungkin ia tidak akan memintamu untuk membayar biaya-biaya seperti sewa kamar dan tarif listrik atau air. Tapi, setidaknya kamu dapat membantunya meringankan pekerjaan rumah tangga sebagai rasa terima kasih. Misalkan menyapu atau ngepel rumah setiap pagi atau sore, atau membantunya memasak. Tinggal di rumah ortu atau saudara berarti kamu akan hemat biaya pengeluaran untuk makan dan minum.

2. Tinggal di rumah ortu/saudara, sebaiknya kamu mematuhi aturan dan ‘jam malam’ yang berlaku

Berhubung kamu ‘menumpang’ di rumah ortu/saudara, kamu mungkin tidak bisa seenaknya membawa tamu bertandang ke rumah kapan saja. Ada aturan-aturan yang sebaiknya kamu hargai dan patuhi, misalkan tidak membuat kegaduhan di dalam rumah dan pesta pora sampai pagi.

Beberapa pemilik rumah kos zaman sekarang juga masih ada yang menerapkan aturan serupa. Jadi, daripada kamu diusir dan nama kamu dicap buruk oleh pemilik kos dan tetangga, mendingan kamu mengadakan party di luar saja.

3. Mau tinggal di rumah ortu/saudara ataupun ngekos, pertimbangkan ongkos transportmu ke kampus atau kantor

mau tinggal di rumah atau ngekos, pertimbangkan ongkos transportasi ke kampus atau kantormu. Kamu bisa pakai taksi atau ojek online agar lebih cepat sampai, meskipun mungkin biayanya lebih mahal ketimbang naik bus umum atau angkot. (foto sumber: tempo.co)

Meskipun kamu jadi lebih irit karena tidak keluar biaya makan dan biaya sewa, tetap saja ada ongkos lain yang harus kamu keluarkan untuk pergi ke kampus atau ke kantor. Selain itu, hidupmu nggak hanya seputar kampus dan kantor, ‘kan? Kamu pasti butuh sesekali pergi ke tempat hiburan dan rekreasi.

Sebaiknya perhitungan jarak waktu dan berapa kali alat transportasi yang harus kamu gunakan untuk sampai di tempat tujuan. Kamu bisa memanfaatkan layanan ojek atau taksi online jika ingin lebih hemat dan lebih cepat sampai tujuan, namun bisa jadi lebih mahal ketimbang naik bus umum atau angkot.

4. Kamu yang berada di luar negeri bisa menyewakan lagi kamar kos atau apartemen kamu selama musim libur

Sesuai persetujuan pemilik apartemen atau kos, di luar negeri, terutama pada musim liburan, biasanya para mahasiswa akan menyewakan kamar kos atau apartemennya ke mahasiswa lainnya yang mengunjungi negara itu untuk keperluan short course. Nah, kamu yang rindu kampung halaman tapi belum bisa back for good dan merasa sayang kalau uang sewa kosmu terbuang percuma, kamu bisa loh menawarkan kamar kos atau apartemen kamu untuk disewakan lagi, sementara kamu balik ke Indonesia. Tapi, ini harus berdasarkan persetujuan pemilik asli, ya, alias landlord kamu.

Nah, Milenials, kira-kira sudah bisa memutuskan mau ngekos, nyewa apartemen atau tinggal di rumah ortu/saudara? ***


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pilih Ngekos atau Tinggal di Rumah? Pertimbangkan 4 Hal Berikut Agar Keuangan Tetap Stabil!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !