Masih terekam jelas dalam ingatan Ani peristiwa yang dialami tiga tahun lalu. Tak lama usai lulus kuliah, ia aktif melamar pekerjaan. Suatu hari seorang temannya mengirimkan pesan informasi lowongan pekerjaan di sebuah instansi pemerintahan. Ani bersemangat sekali. Seakan impiannya menjadi aparatur negara dibukakan jalan. Esok harinya mereka mendatangi instansi itu menyerahkan lamaran pekerjaan. Ani harus menelan pil pahit, resepsionis yang ditemuinya mengatakan informasi itu hoax. Tak hanya Ani dan temannya, banyak orang yang saat itu juga menjadi korban.

Beberapa tahun belakangan marak lowongan pekerjaan yang disebarkan melalui aplikasi pesan. Ternyata setelah dicek kebenarannya, informasi itu hoax. Banyak orang yang telah menjadi korban. Apa yang melatarbelakangi penyebaran hoax itu? Kartika Susanti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) - komunitas yang fokus mengedukasi dan mengkonfirmasi hoax yang berkembang di masyarakat - menjelaskan hoax adalah berita atau informasi bohong yang sengaja diciptakan orang dengan tujuan disinformasi dan mendapatkan keuntungan tertentu, misalnya ingin menciptakan rasa tidak aman atau ingin menciptakan dukungan untuk kelompok tertentu. Menanggapi peristiwa tersebut, Kartika menyampaikan sebenarnya cara yang paling mudah mengetahui kebenaran informasi lowongan pekerjaan adalah googling atau menghubungi instansi yang bersangkutan. Berikut enam tips dari MAFINDO dalam mendeteksi apakah informasi yang kamu terima hoax atau bukan:

1. Perhatikan hati.

Kalau kamu menerima informasi dengan bumbu ‘hati-hati’ misalnya ‘sebarkan kalau kamu ingin keluarga selamat’, artinya radar hoax harus segera diaktifkan. Kalau informasi itu membuat kamu marah, benci, atau membangkitkan emosi yang tidak baik, kamu harus mewaspadai kemungkinan informasi itu hoax.

2. Potong rantai.

Hoax paling banyak disebarkan di media sosial, termasuk di aplikasi pesan. Salah satu cara hoax tidak menyebar lebih jauh adalah menahan diri untuk tidak menyebarkannya lagi. Masing-masing dari kita harus aktif dan saling mengingatkan mencari kebenaran, jangan sampai terbawa arus menyebarluaskan informasi yang tidak jelas kebenarannya. Dengan demikian kamu memotong rantai distribusi hoax itu.

3. Periksa sumber.

Berkah internet yang luar biasa membuat kita bisa mendapat informasi yang bermanfaat sekaligus informasi yang tidak baik hanya dengan mengaksesnya. Jadi kalau kamu menerima informasi sebaiknya lihat apakah dari sumber yang kredibel atau apakah mencantumkan situs yang bisa diakses. Masyarakat harus waspada, kritis, dan cerdas dalam menggunakan internet dan media sosial. Kita tidak bisa mengharapkan pemerintah untuk menghapus hoax di internet karena ada ribuan atau bahkan tidak terbatas hoax yang diproduksi dalam sehari sementara kemampuan pemerintah terbatas. Salah satu upaya memerangi penyebaran hoax dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan membuat situs pelaporan, trustpositif.kominfo.go.id. Kamu bisa melaporkan situs atau link yang dicurigai mengandung hoax. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Kominfo. Kamu juga bisa melaporkan ke data.turnbackhoax.id yang merupakan katalog informasi hoax. Tujuan katalog itu adalah mengedukasi masyarakat dan membangun kesadaran.

4. Periksa redaksi.

Hal ini berkaitan dengan situs yang tampaknya seolah-olah situs yang kredibel. Mungkin kamu pernah melihat situs dengan tampilan artikel yang rapi. Sebaiknya kamu memeriksa kembali bahasa dan susunan redaksi. Bila tidak ada susunan redaksi, dipastikan situs itu tidak kredibel, tidak bisa dijadikan referensi. Motivasi orang membuat situs semacam itu adalah semakin banyaknya kunjungan ke situs tersebut semakin besar keuntungan yang diperoleh dari adsense.

5. Pakai akal sehat.

Kalau kamu menerima informasi yang tidak mungkin atau aneh, waspada dan berhati-hati adalah cara yang paling efektif. Jangan langsung diterima mentah-mentah atau disebarkan.

6. Muncul dari orang yang dipercaya.

Ketika kamu menerima informasi dari teman terlebih hubungan kamu dengannya cukup dekat, akan ada perasaan tidak mungkin temanmu memberikan informasi yang bohong. Padahal belum tentu. Justru kamu harus semakin kritis. Kalau kamu mendapati orang yang sering menyebarkan hoax sementara ia masih melakukan hal tersebut sekalipun sudah diperingatkan, sebaiknya ke depan kamu tidak lagi menyebarkan informasi yang datang darinya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pernah Tertipu Informasi Lowongan Kerja? Inilah 6 Tips Mendeteksi Berita Hoax". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !