Siapa yang ingin berlama-lama jomblo? Membicarakan finansial sebelum pernikahan terkadang membuat pasangan jadi merasa di posisi the lowest point of life. Dan kalau sudah begini, sudah barang tentu urusan finansial jadi topik yang sensitif. Sepertinya segala sesuatu yang berhubungan dengan cinta dan harta itu kalau dibahas suka menyakitkan hati.

Tapi, ini realita. Semua harus dihadapi. Begitu sudah menikah, kita tidak bisa balik lagi ke masa lajang. Ucapan di depan penghulu adalah sumpah jalani sehidup semati, sehat atau sakit, kaya atau miskin, sampai maut memisahkan. Manajemen keuangan keluarga yang baik juga dapat membantu kamu untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang. Ini termasuk kapan kamu berencana membeli rumah, memiliki anak, merencakan tabungan demi kebutuhan buah hati, sampai dengan simpanan hari tua. Semuanya ini harus Sahabat Moola pikirkan sejak awal pernikahan atau bahkan sebelum menikah!

Jujur Pada Pendapatan atau Income Masing-masing

Photo Credit : cdns

Jangan pernah memulai suatu hubungan dengan kebohongan termasuk dalam urusan finansial. Hal pertama yang harus kamu ingat pada saat mengatur keuangan setelah menikah adalah jangan ada dusta, semuanya harus jelas dan terbuka. Mau pernikahan kamu pisah harta atau tidak pisah harta, tetap komunikasi mengenai keuangan dengan pasangan harus dijaga. Jangan sampai timbul kecurigaan dan berujung pada keributan rumah tangga.

Kamu dan pasanganmu tentu memiliki banyak perbedaan, termasuk juga soal mengatur keuangan. Sebetulnya perbedaan tersebut tidak menjadi masalah besar jika masing-masing dari kamu paham dan mau berkompromi. Karena itu, penting halnya untuk terbuka.

Tentukan Siapa yang Memegang Keuangan Setelah Menikah

Photo Credit : cdns

Selalu kelola keuangan keluarga dengan terbuka bersama pasangan agar efisien dan bijaksana dalam pengelolaanya. Tentukan siapa yang akan menjadi bendahara setelah menikah karena masalah ini sangat krusial. Salah urus, peluang bertengkar terbuka sekali. Ketika telah menikah, uang bukan lagi milikmu atau milikku, tapi milik berdua. Buatlah satu rekening giro atau tabungan untuk tujuan keuangan bersama.

Bisa dicoba untuk mendiskusikan dengan pasangan tentang pendekatan dan kebiasaan kamu menangani uang. Apakah satu orang pemboros dan satu lagi hemat? Buatlah aturan untuk menangani perbedaan, mungkin menetapkan batas pengeluaran bulanan untuk setiap orang atau menjanjikan untuk menyimpan jumlah tertentu setiap bulan demi mencapai tujuan bersama.

Berkomitmen Mengatur Cashflow Bersama

Photo Credit : i0.wp
Kamu juga harus menentukan rekening siapa yang rencananya dipakai dan untuk apa saja. Misal, ada rekening yang dikelola khusus untuk membayar kredit mobil, sementara pasangan Kamu mengelola rekening untuk KPR. Masing-masing harus bertanggung jawab supaya kondisi keuangan bersama tetap aman.

BACA JUGA


5 Cerita Menikah dengan Budget Rendah. Kalau Mereka Bisa, Kamu Pasti Juga Bisa!

5 Cerita Menikah dengan Budget Rendah. Kalau Mereka Bisa, Kamu Pasti Juga Bisa!

Setelah Lebaran, akhir pekan saya dipenuhi undangan dari teman-teman dekat yang menikah, mulai dari acara pernikahan yang jaraknya tak kenal ...

Read more..

Kamu dan pasangan nantinya bisa mengevaluasi kekurangan dan kelebihan setiap konsepsi pengelolaan uang bersama. Setelah dievaluasi barulah kamu dan pasangan dapat memilih, konsepsi siapa yang dirasa paling cocok untuk diterapkan pada sistem keuangan keluarga kamu. Semoga bermanfaat!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Penting! 3 Hal tentang Finansial Ini Harus Dibicarakan Sebelum Kamu Menikah!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !