Investasi!!! Siapa yang peduli?


Mengapa investasi tidak menarik untuk anak-anak kekinian? Pengeluaran untuk nongkrong di kafe, belanja online, jalan-jalan di mall, dan traveling, rasanya lebih menarik. Belum lagi eksis di media social dengan menaklukkan berbagai tantangan lucu. Benar-benar hidup yang menyenangkan!


Saat kamu adalah bagian dari generasi milenial, membeli rumah, investasi saham, tidak terdengar sebagai pilihan menarik bahkan cenderung jadi membosankan. Tidak begitu dengan Fauzan! Ia adalah anak milenial yang beda dengan level curiosity yang tinggi.


Fauzan ini datang dari keluarga yang cukup berada. Kalau mau punya rumah, kemungkinan dia tinggal minta. Tapi bagi Fauzan, investasi adalah tantangan! Untuk Fauzan, berkenalan dengan dunia investasi ini artinya ia menyetir sendiri hidupnya. Ia harus memutar uang, menggunakan uang secara produktif. Kalau hilang, itu pun jadi tanggung jawabnya sendiri. Beda dengan rumah yang dijanjikan ayahnya akan menjadi miliknya. Investasi adalah hal yang sesungguhnya riil untuk Fauzan. Ini bukan lucu-lucuan!


Bagi Fauzan, uang pun sebaiknya tidak diam di tempat. Fauzan ingin uangnya bekerja! Achievement buat Fauzan bukan saat ia berhasil mendapatkan pekerjaan tetap. Fauzan memang bekerja di sebuah perusahaan swasta, melainkan saat uangnya berputar dengan sendirinya.


Investasi seperti apa yang akan dilakukan Fauzan? Ia mulai dengan menyisihkan uang dulu dalam bentuk tabungan. Ia juga mulai dengan membeli asuransi. Selanjutnya Fauzan tertarik membeli rumah untuk disewakan dan berinvestasi di lembar-lembar saham perusahaan publik. Ini semua adalah kegiatan yang sangat menantang untuk Fauzan. Ia menolak gaya hidup serba 'normal' ala babyboomer yang hanya menunggu miracle terjadi pada dirinya. Investasi itu seperti bercocoktanam. Harus telaten dan terus dikerjakan.


Investasi seperti bercocok tanam! (Sumber photo: Pixabay.com)

Fauzan banyak belajar dari orang-orang yang ia follow di media sosial. Mulai dari pakar keuangan hingga pertemanan Gen X yang jadi panutan. Fauzan memperhatikan bahwa Gen X yang ia ikuti sangat sadar tentang investasi. Ia pun mendapatkan banyak referensi tentang buku-buku legendaris Wall Street hingga Robert T. Kiyosaki.


Apa saja pelajaran utama dari berinvestasi menurut Fauzan?

Pertama.

Investasi properti cukup penting karena bisa dikontrakkan. Rumah atau apartemen bisa memberikan pendapatan pasif. Beda lagi dengan tanah - memang bisa disewakan juga, menjadi lapangan parkir atau disulap menjadi venue acara pernikahan. Tapi yang menarik, kenaikan nilai tanah lebih tinggi dibandingkan rumah dan apartemen.


Kedua.

Saat berinvestas, Fauzan tidak langsung menggunakan imbal hasil yang didapatnya. Ia lebih suka terus menginvestasikan dana yang sudah berhasil ia kembangkan. Setelah berkembang cukup besar, barulah Fauzan mau menggunakan sebagian dari hasil investasinya untuk hal-hal yang menyenangkan seperti ganti ponsel baru. Prinsipnya, jangan buru-buru bersenang-senang di awal. Nanti akan ada waktunya.


Ketiga.

Fauzan yang seorang sarjana hukum sangat memperhatikan dokumentasi hukum yang berhubungan dengan semua investasi yang dimilikinya. Ini penting karena membantu melindungi Fauzan sendiri.


Investasi apa yang akan kamu mulai agar menjadi orang keren? (Sumber photo: Pixabay.com)

Sekali lagi, investasi suatu hal yang keren. Tujuan besarnya adalah menjadi orang yang bebas finansial. Prinsip Fauzan sederhana saja, jangan sampai uang yang sudah ia miliki terhamburkan begitu saja. Investasi itu menyenangkan. Investasi juga perlu kesabaran.


Ternyata banyak lho anak milenial seperti Fauzan. Kelihatannya saja dari luar kurang peduli pada investasi. Tapi diam-diam orang seperti Fauzan terus menggandakan uangnya dan menuju masa depan yang cerah!


Apakah kamu tertarik menjadi orang keren yang jago investasi seperti Fauzan? Wah jadi tambah semangat ya! Selamat berinvestasi, kawan!

***



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Milenial, Ayo Investasi Agar Kamu Tambah Keren!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !