Iqbal yang beberapa bulan lalu baru saja menikah dan istrinya sedang mengandung 3 bulan cukup pandai mengatur keuangannya. Bekerja di perusahaan internasional tak membuatnya gagah-gagahan setiap jam 8 pagi dan 4 sore nongkrong di caffe shop sambil kerja. Ia tetap sederhana dan sepertinya iphone yang dimilikinya bukan keluaran terbaru. Tapi siapa sangka pemuda milenial ini punya cukup dana kas dan investasi untuk masa depan.

Begini cara Iqbal menjadi intelligent milenial!

1. Commit untuk Pos Pos Pengeluaran

Kita sering banget kritis terhadap anggaran yang dibuat pejabat negara untuk beli ini itu, tapi kenapa engga kita mulai dengan kritis juga terhadap budget bulanan kita. Kalau kamu serius untuk buat budget bulanan, sudah banyak aplikasi yang tersedia di smartphone-mu. Pastikan kamu membuat road map setiap pos-pos pengeluaranmu, lihat bagian mana yang gendut banget untuk bisa kamu potong dan dialihkan pada kebutuhan yang lebih penting. Jangan lupa selalu sediakan dana asuransi.

2. Potong Dana Hedonmu

Biasanya pengeluaran di weekend dua kali lipat dari uang jajan kita selama weekdays. Engga apa seandainya memang tidak mau ganggu pengeluaran weekend mu. Asalkan pada weekdays kita bisa lebih hemat. Iya dong. Misalkan dengan cara naik kendaraan umum. Iqbal bekerja di Thamrin sementara rumahnya di Bintaro, ia menggunakan commuterline dengan tiket pp Rp. 6,000. Ia bawa bekal dan di kantor pengeluaran untuk jajan tidak lebih dari 15-20 ribu. Mau cara yang lebih ekstrem? Kamu bisa puasa Senin dan Kamis. Haha. Kamu engga mungkin untuk menghemat weekdays mu bawa piring dan sendok mu sendiri lalu keliling meja kantin kantormu, comotin satu-satu lauk mereka kan?

3. Kurangi Dana Bulananmu

Barangkali kebiasaan membeli baju setiap bulanmu bisa kamu ganti dengan kebiasaan beli baju setiap quarter akhir gimana ? Kadang niat mau jalan-jalan doang di mall, uang kita berakhir di bazaar baju murah, tanpa disadari ngerusak budget bulanan kita. Atau biaya langganan tv kabelmu di stop saja, toh sudah ada tersedia film-film macam Netflix, iflix, dan sejenisnya di hp mu kan. Yang penting langganan Spotify mu masih jalan.

4. Serahkah Uangmu pada Ahlinya

Kalau kita tipe orang yang panikan, engga sabaran, emosional, main saham rasanya bukan pilihan yang tepat. Lebih baik investasikan duitmu pada ahlinya di reksadana. Iqbal dan istrinya sadar betul bayi yang ada dalam kandungan kelak membutuhkan dana Pendidikan yang tidak sedikit. Ia dan istrinya merencanakan dana Pendidikan anaknya dengan cara menabung di reksadana sebesar 250 ribu tiap bulan. Pastikan saja kamu pilih reksadana dengan kinerja manajer investasi yang baik dan mampu membuat uangmu berkembang. Meskipun teman-teman disekitarnya bilang reksadana resikonya besar. Percaya deh, engga ada investasi yang resikonya kecil.

5. Bagi-bagi Rejekimu

Tiap tahun entah awal atau akhir tahun atau malah keduanya, perusahaan yang kinerjanya sedang bagus suka membagi-bagikan bonus pada karyawannya. Iqbal termasuk beruntung mendapat bonus tiap awal tahun dan THR tentu saja. Selain digunakan untuk investasi reksadana, ia juga membagi-bagi rejekinya untuk zakat dan sumbang pada lembaga yang membutuhkan. Belajar dari para miliarder yang tidak pernah miskin untuk bagi-bagi rejeki pada orang yang membutuhkan, Iqbal pun melakukan hal yang sama. Ia surfing di web untuk mencari crowd funding yang sedang membutuhkan dana, darisitu ia berbagi rejekinya.

6. Budget Tambahan dari Pekerjaan Sampingan

Iqbal dan istrinya tentu saja tidak melupakan jatah cuti mereka untuk liburan. Tiap tahun dana yang dipakai untuk jalan-jalan ia ambil dari uang yang di dapat dari hasil usahanya yang lain. Saat ini masih disebut pekerjaan sampingan karena omzet belum banyak, ia punya bisnis sederhana menjual pakaian dewasa khusus perempuan bersama istrinya melalui toko online. Sekaligus investasi, ke depan siapa tau bisa jadi besar. Enggak ada yang tahu kan.

Jadi gimana, siapkah kamu jadi intelingent milenial dengan cara-cara yang Iqbal lakukan ? Engga sulit ya, semua bisa asal ada komitment dari kita. Gunakan #TobatFinansial sebagai pengingatmu dalam menggunakan uang.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjadi Intelligent Milenial di Usia Muda, Kenapa Tidak?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !