Sebelumnya, Moola ucapkan selamat untuk kamu yang baru selesai menggelar pernikahan, atau yang baru tahap persiapan. Menikah adalah momen paling bahagia yang cukup sekali saja sepanjang usia. Oleh sebab itu di Indonesia berkembang tradisi "buwuhan" atau memberi uang dan kado kepada sang mempelai sebagai ucapan selamat serta 'bantuan' melanjutkan kehidupan. Nah bagi kamu yang sudah menerima dan akan menerima buwuhan, sudahkah kamu tahu cara mengelola yang benar? Awas, jangan sampai salah sasaran ya, 5 saran ini bisa kamu perhatikan!

1. Hitunglah dulu dengan sebaik-baiknya, catat, dan bukukan

Menerima ratusan bahkan ribuan amplop pasti membuat kamu pusing sendiri. Daripada ada yang keselip atau tidak terhitung, kumpulkan semuanya jadi satu dan mintalah bantuan keluargamu untuk mencatat serta membukukannya. Hitung dengan cermat agar tak salah menjumlahkan.

2. Tanyakan pada orangtua

Photo Credit: Sperennial Financial Help

Benar, langkah kedua adalah bertanya kepada orangtua, apakah timbul utang selama masa persiapan pernikahan? Apakah orangtua sempat meminjam kiri-kanan untuk menambal banyak kebutuhan? Jika YA, maka bayarlah utang tersebut sebagian dengan menggunakan uang buwuhan tersebut. Toh mereka berutang juga demi keperluan anaknya tersayang.

3. Belanjakan kebutuhan untuk memulai hidup baru

Setelah urusan utang beres, barulah kamu berpikir untuk memulai hidup baru. Buat daftar kebutuhan lalu coret-coret mana yang harus diprioritaskan. Bedakan antara NEED dan WANT, jangan karena melihat uang banyak, lantas kamu melakukan pemborosan dengan membeli barang yang tidak terlalu diperlukan. Ingat, untuk memulai hidup baru, kamu butuh bekal yang cukup sehingga jangan 'gali lubang tutup lubang' apalagi 'besar pasak daripada tiang'.

4. Tabunglah sisanya

Jaga-jaga bila suatu saat kamu butuh dana darurat, maka kamu sudah siap tabungan. Tidak semua uang harus dihabiskan secara keseluruhan kan? Ingatlah bila masih ada masa depan, kamu harus punya dana cadangan. Selain itu, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pernikahkan, sedekahkan sebagian untuk mereka yang membutuhkan. Serius, jangan sampai kelupaan! :D

5. Uang buwuhan bukan sepenuhnya milikmu

Photo Credit: The Bride Dept

Ini berlaku bagi kamu yang menikah dengan dana dari orangtua. Jika memang demikian, maka uang buwuhan menjadi hak orangtuamu untuk menerima. Selain itu yang harus kamu ingat tentang tradisi unik buwuhan, bahwa ketika kamu diberi maka nanti 'harus' mengembalikan pada si pemberi saat melangsungkan pernikahan.

BACA JUGA


Bebaskan Pernikahanmu dari Hutang! Inilah 9 Hal yang Bisa Dihemat dari Pengeluaran untuk Pesta Pernikahan!

Bebaskan Pernikahanmu dari Hutang! Inilah 9 Hal yang Bisa Dihemat dari Pengeluaran untuk Pesta Pernikahan!

Belakangan ini pasangan yang hanya mempersiapkan pesta pernikahan cukup sederhana dan terkesan hanya untuk pribadi aja rasanya udah jarang ...

Read more..

Dari semua poin yang telah kita bahas, garis besarnya adalah mengelola dana secara bijak memang membutuhkan kesadaran. Utamakan kebutuhan di atas keinginan agar uang buwuhan bisa tersalur dengan benar. Bagaimana menurutmu, Sahabat Moola? Ada saran lainnya?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengelola Uang Buwuhan Jangan Sampai Salah Sasaran. Inilah 5 Saran yang Bisa Kamu Perhatikan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !