Naik haji seringkali identik dilakukan oleh mereka yang sudah berusia tua. Selain karena waktu tunggu naik haji yang lama,faktor biaya juga menyebabkan kegiatan religius ini tidak bisa dilakukan dengan segera. Tidak mengherankan jika umumnya ibadah Haji dilakukan oleh mereka yang usianya sudah lebih dari setengah abad.

Namun sebenarnya stigma bahwa ibadah Haji hanya bisa dilakukan oleh orangtua tidak selamanya benar loh. Asalkan memiliki niat kuat serta diikuti tindakan nyata bukan tidak mungkin kok kamu bisa secepatnya menjejakkan kaki di tanah suci. Nah untuk membantumu mewujudkan cita-cita mulia tersebut kali ini Moola akan berikan tips dan trik naik haji di usia 30-an:


1. Pilih agen perjalanan haji yang terpercaya dengan harga bersaing

1. Pilih Agen Perjalanan Haji Yang Terpercaya Dengan Harga Bersaing - Sumber: www.travelumrohhajiku.com
Sumber: www.travelumrohhajiku.com

Tingginya animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah Haji tak dapat dipungkiri menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Karena itu gak aneh nih kalau sekarang ini ada banyak sekali travel perjalanan umroh atau Haji yang bertebaran di mana-mana. Sayangnya tidak semua agen perjalanan tersebut dapat dipercaya. Tidak hanya kemungkinan melakukan penipuan, sebagian dari mereka juga memasang harga terlalu tinggi.

Karenanya agar hal itu tidak terjadi padamu, cari dan bandingkan beberapa agen perjalanan sebelum membuat keputusan. Perhatikan testimoni dari orang yang sudah menggunakan jasa travel tersebut atau kamu dapat bertanya pada orang lain perihal agen perjalanan terpercaya. Jangan lupa juga bandingkan harga di masing-masing travel untuk mendapatkan paket perjalanan yang sesuai dengan kantongmu.



2. Sesuaikan iuran bulanan ibadah haji dengan kemampuan finansialmu

2. Sesuaikan Iuran Bulanan Ibadah Haji Dengan Kemampuan Finansialmu - Sumber: www.harianaceh.co.id
Sumber: www.harianaceh.co.id

Setelah memilih agen perjalanan haji yang sesuai, kamu pasti akan diminta untuk memilih iuran bulanan yang nantinya akan dibayarkan. Nah saran dari Moola pilihlah iuran yang jumlahnya pasti bisa kamu bayar dan tidak terlalu berat. Jangan memaksakan jumlah iuruan tinggi tapi nanti pada perjalanan dirimu justru merasa kewalahan. Ingat bahwa pergi Haji bukanlah kompetisi cepat-cepatan.

Jika seandainya kamu merasa mampu membayar iuran 1 juta rupiah setiap bulannya, tanyakan pada diri sendiri, apakah jumlah itu bisa dibayar dalam jangka waktu panjang? Kalau ada kebutuhan lainnya bagaimana kamu tetap bisa membayar uang iuran tersebut?  Intinya adalah sesuaikan jumlah iuruan dengan kemampuan finansial. Jangan sampai karena keinginan menggebu-gebu di awal kamu nantinya justru merasa kerepotan.



3. Gunakan sistem auto-debet untuk membayar iuran

3. Gunakan Sistem Auto-debet Untuk Membayar Iuran  - Sumber: adiwtalks.wordpress.com
Sumber: adiwtalks.wordpress.com

Ada kalanya di tengah proses pembayaran iuran ibadah Haji kita lengah sehingga tidak bisa membayarnya. Maksud lengah di sini adalah kita mungkin membeli suatu barang tanpa perhitungan sehingga ketika tiba waktunya bayaran uang tersebut tidak ada. Akibatnya kamu pun kelimpungan dan bukan tidak mungkin menunggak iuran bayaran haji. Padahal di bulan berikutnya belum tentu kamu dapat membayar hutang tersebut.

Untuk itu agar kejadian seperti ini tak terjadi gunakan sistem auto debet dari tabungan untuk membayar iuran. Dengan sistem tersebut kamu tak perlu repot-repot menyisihkan uang karena pihak bank akan menarik secara otomatis uang dari tabungan guna membayar iuran tersebut. Cara ini bisa juga dipraktekkan ketika kamu berniat mengumpulkan uang untuk kepentingan lainnya seperti membeli rumah atau kendaraan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mau Naik Haji di Usia 30 th, Why Not?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !