Patah hati, pangkal dari semuanya.

Keinginan melarikan diri dari bayangan sang mantan ternyata menimbulkan masalah baru.

Nada tak pernah mengira emosi sesaat yang diharapkan bisa mengobati patah hati mendorongnya mengambil cicilan mobil. Keputusan yang membuatnya menyesal hingga detik ini. Uang mukanya saja sudah menguras habis tabungannya yang dikumpulkan selama lima tahun bekerja. Tak hanya itu, angsuran setiap bulan memangkas 30 persen gajinya.


Kemacetan Jakarta semakin menambah rumit pikiran Nada. Semula ia menduga mobil bisa menjadi moda transportasi yang memudahkan hidup. Nyatanya Nada membuang banyak waktu di jalan. Apalagi mencari tempat parkir menjadi pekerjaan tersendiri untuknya. Tak semudah seperti pengemudi mobil yang dilihatnya. Setelah satu tahun mencicil, Nada berpikir tak ada gunanya memiliki mobil. Ternyata selama ini ia membeli barang yang tak dibutuhkan atau bukan menjadi prioritasnya.


Sekarang mobil hanya terparkir cantik di garasi rumah orangtua Nada. Terlintas di benaknya menyewakan mobil itu agar terasa nilai gunanya. Nada sendiri lebih nyaman menggunakan jasa ojek online mengantarkannya dari satu titik ke titik lain. Lebih cepat sampai. Nasi telah menjadi bubur. Tak ada gunanya menyesal. Saat ini Nada fokus membayar angsuran mobil yang selesai tahun depan.


Mungkin kamu pernah atau sedang mengalami hal yang sama dengan Nada? Saat sedang patah hati, mengambil keputusan finansial yang tidak masuk akal. Tentunya pelajaran hidup ini menjadikan kita perlu berhati-hati saat mengambil keputusan. Lima tips berikut bisa membuat kamu terhindar dari kecerobohan finansial hanya karena patah hati:



1. Jangan libatkan emosi sebelum membeli barang.

Pernah mendengar istilah impulse buying? Membeli barang tanpa ada niat sebelumnya. Pembelian tanpa rencana. Pembelian seketika. Kalau barang yang kamu beli harganya murah rasa penyesalannya tentu tak sebesar barang dengan harga tinggi. Apalagi sampai membuat kantong kamu jebol. Dalam kasus ini sampai menimbulkan efek cicilan 3 tahun!


2. Pertimbangkan dahulu apakah barang yang kamu beli itu berguna atau tidak.

Sedih ditinggal mantan? Atau ingin menunjukkan bahwa kamu juga bisa eksis tanpa kehadiran mantan yang selalu menemani? Akibatnya kamu membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan seperti kasus Nada. Kuncinya adalah selalu berpikir matang sebelum membeli barang.


3. Prioritaskan kebutuhan yang lebih penting.

Untuk kasus Nada yang berusia 30 tahun dan masih sendiri, akan lebih baik gaji atau tabungan yang ada digunakan untuk berinvestasi. Ia bisa mengalokasikan Rp 900 ribu per bulan dari penghasilan sebesar Rp 10 juta. Jangka waktu Rp 25 tahun dengan hasil Rp 3 miliar, Nada bisa memilih reksadana saham dengan asumsi imbal hasil 25 persen. Diasumsikan Rp 3 miliar itu bisa digunakan sebagai biaya hidup pada masa pensiun nanti dengan standar hidup yang sama dengan saat ini. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.


4. Diskusi atau bertanya itu penting.

Nada mengaku sebelum mengambil cicilan mobil tidak berdiskusi dengan orangtuanya. Ia juga tidak meminta tanggapan dari teman-temannya. Semuanya dilakukan dalam sekejap. Maka sebelum kamu membeli barang apalagi harganya terbilang mahal, ada baiknya mendiskusikan rencana itu dengan orang-orang terdekatmu. Masukan dari mereka itu penting agar kamu tidak menyesal kemudian.


5. Banyak cara mengobati patah hati.

Bagi kamu yang sudah lama menjalin hubungan, harapannya adalah berakhir di jenjang pernikahan. Kembali sendiri? Rasanya hidup ini merana. Padahal sebenarnya sendiri itu juga menyenangkan asal kamu sedikit mengubah cara pandang. Kamu bisa memperdalam hobi lama atau menggali minat baru. Gunakan masa kesendirianmu untuk berkenalan dengan sebanyak mungkin orang. Atau coba berinteraksi dengan teman-teman lama kamu. Selagi belum dihadapkan dengan tanggung jawab besar seperti mengurus rumah tangga, manfaatkan dengan mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi misalnya master atau kursus singkat. Bisa jadi cara-cara itu mendekatkan kamu dengan jodoh yang tidak kamu sangka. Jodoh yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk kamu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lima Tips Terhindar dari Patah Hati yang Memicu Kecerobohan Finansial". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !