Siapa yang setuju bahwa biaya kesehatan khususnya obat-obatan adalah salah satu komponen anggaran terbesar dalam rumah tangga? Siapa yang isi kotak P3Knya di rumah banyak yang mubazir? Walaupun nominalnya lumayan, harus disadari (dengan lapang dada) bahwa pos pengeluaran ini mutlak harus ada.

Eits, jangan buru-buru khawatir apalagi galau! DAGUSIBU bisa membantu kita mengoptimalkan biaya pembelian obat yang mau tidak mau harus kita keluarkan. Nah, saudara-saudari sekalian, apakah DAGUSIBU? Kata-kata tersebut adalah akronim dari empat kata yaitu DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang.

Lalu, bagaimana DAGUSIBU bisa membantu kita?


DAPATKAN

photo credit: Reader's Digest

Beli obat di tempat yang memang seharusnya menjual obat, alias apotek. Kalau mau lebih terjamin, cek apakah apotek tersebut mencantumkan ijin apoteknya dan ada apotekernya. By the way, kenapa sih repot banget?

  • Obat adalah barang yang mudah rusak jika tidak disimpan dengan baik dan benar. Apotek adalah tempat penyimpanan teraman karena dikelola oleh tenaga medis yang paham aturan menyimpan obat.
  • Obat harus diminum dengan cara tertentu. Dengan membeli obat di apotek, kita punya kesempatan untuk mendapatkan penjelasan tentang obat tersebut dari apoteker. Ssstt, jasa apoteker di Indonesia masih relatif murah bahkan sebagian besar gratis. Rugi dong kalau yang gratis-gratis kita lewatkan.


Selanjutnya, apa yang harus kita periksa ketika membeli obat?

  • Jumlah obat yang dibutuhkan. Jangan sampai kotak P3K kosong tapi juga tidak perlu menimbun obat. Kalau obatnya terlanjur kedaluwarsa sebelum diminum, uang yang kita keluarkan jadi mubazir deh.
  • Kondisi fisik obat. Pastikan obat yang kita terima dalam kondisi baik, kemasan lengkap, tidak rusak, dan segel masih utuh. Periksa juga tanggal kedaluwarsanya. Ingat! Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan.
  • Harga Eceran Tertinggi (HET). Angka ini menunjukkan nominal harga yang disarankan oleh produsen sebagai harga jual ke konsumen akhir. Nah, lewat HET ini, kita bisa membuat penilaian apakah kita membeli obat dengan harga yang pantas atau (ehm!) kemahalan.


GUNAKAN

photo credit: News World India

Penting (banget!) untuk selalu mengkonsumsi obat sesuai aturan. Jangan malas mendengarkan penjelasan apoteker tentang cara minum obat. Biasakan membaca aturan pakai. Obat yang digunakan dengan cara salah bisa jadi tidak memberikan efek yang diinginkan. Sudah jatuh tertimpa tangga deh. Sakit, bayar dokter, bayar obat, tidak sembuh pula!

Berikut beberapa hal yang harus kita tahu sebelum minum obat:

  • Kapan obat harus diminum? Sebelum makan atau setelah makan? Berapa kali sehari? Pagi atau malam? Jika obat lebih dari satu jenis, apakah bisa diminum bersama atau berapa jeda waktunya?
  • Apakah obat hanya perlu diminum ketika gejala sakit terasa atau harus dihabiskan walaupun kita merasa sudah sembuh? Salah satu contoh kasus kedua adalah antibiotik. Harus habis ya antibiotiknya!
  • Perhatikan reaksi tubuh akibat obat karena everyone is unique. Beberapa orang alergi obat tertentu, alhasil gatal-gatal di sekujur tubuh atau mengalami bengkak di mata. Beberapa terserang ngantuk berat sampai tidak bisa melek. Beberapa yang lain malah berdebar-debar sampai tidak bisa tidur. Sesuaikan aktivitas dengan reaksi obatnya. Jika sampai muncul hal-hal yang di luar normal, langsung konsultasi ke apoteker ya.


SIMPAN

photo credit: NetDoctor

Untuk mempertahankan kualitasnya, obat harus disimpan dengan baik dan benar. Rugi banget kalau obat rusak padahal belum kedaluwarsa hanya karena kita salah meletakkannya. Golden rules penyimpanan obat adalah :

  • Kumpulkan dan letakkan obat dan peralatan kesehatan yang lain di suatu tempat khusus, agar jika terjadi keadaan darurat, kita bisa menemukan pertolongan pertama dengan mudah. Jangan lupa, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Sebagian besar obat bisa disimpan di suhu ruang. Tetapi ada juga beberapa obat yang harus disimpan di suhu dingin/kulkas. Untuk obat standar, pastikan tempat penyimpanan obat tertutup rapat, bersih, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jadi, jangan pernah menyimpan obat di kamar mandi seperti penggambaran film-film Hollywood. Jangan juga menyimpan kotak P3K di dalam mobil. Siapkan kotak P3K portabel yang dibawa ketika bepergian saja.
  • Simpan obat dalam kemasan aslinya sehingga kita tidak kehilangan informasi mengenai obat tersebut. Jika terpaksa menyimpan obat di kemasan lain, -misal obat sudah dibuka lalu dimasukkan plastik oleh apotek/RS-, pastikan plastik tersebut rapat dan ada informasi obatnya. Minimal ada info nama obat, fungsi, dan tanggal kedaluwarsanya.


BUANG

photo credit: Appleshine

Periksa secara berkala kotak P3K di rumah, paling tidak setiap 6 bulan sekali. Pisahkan obat yang sudah melampaui tanggal kedaluwarsanya. Amankan diri dan keluarga dari resiko sakit (yang artinya keluar duit lagi!) karena mengkonsumsi obat kedaluwarsa. Agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, ada trik-trik khusus membuang obat, yaitu:

  • Hilangkan identitasnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melepas label atau membuka obat dari kemasannya. Jangan pernah membuang obat dalam kemasan utuh!
  • Rusak obat dengan cara membasahinya dengan air.
  • Jika kebetulan ada kebun di rumah, obat bisa dibuang dengan cara dipendam di dalam tanah. Alternatif lain, buang obat dengan mencampurkannya ke sampah rumah tangga, misalnya ampas kopi, ampas kelapa, atau sisa buah dan sayuran.

BACA JUGA


Kisah Dito yang Tak Lagi Punya Waktu Nongkrong Karena Kesibukan Pekerjaan, Tapi Justru Bisa Hidup Sehat dan Melakukan Penghematan

Kisah Dito yang Tak Lagi Punya Waktu Nongkrong Karena Kesibukan Pekerjaan, Tapi Justru Bisa Hidup Sehat dan Melakukan Penghematan

Di usia dewasa, pekerjaan adalah salah satu yang akan memberi pengaruh besar pada kehidupan seseorang. Seperti yang dialami Dito misalnya, ...

Read more..

Mari, sukseskan Gerakan Keluarga Sadar Obat dengan mempraktikkan DAGUSIBU! Semoga sehat selalu ya, keluarga Indonesia!

Referensi: poster DAGUSIBU yang dikeluarkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam rangka Gerakan Keluarga Sadar Obat.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kotak P3K Bikin Boros? Yuk, Cerdas Kelola Stok Obat dengan Metode DAGUSIBU!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !