Bridestory adalah wedding platform yang menyediakan referensi untuk calon pengantin, melalui inspirasi (untuk mewujudkan dream wedding) dan informasi (terkait vendor di balik inspirasi tersebut). Sejak diluncurkan pada 2014, Bridestory mengisi potensi wedding industry yang ternyata sangat besar.


Dalam talkshow ‘How to Win Women’s Market’ pada 10 Desember 2016 lalu, Country Director of Bridestory Indonesia Andhira Rachmawati menyampaikan, sebagian besar market Bridestory adalah wanita.


Menurut Andhira, menggarap market wanita itu susah-susah gampang. Mengapa? Wanita itu kompleks, mudah sekali tertarik dengan sesuatu sekaligus mudah lupa. Untuk itu harus lebih kreatif dalam menarik perhatian konsumen wanita. Bridestory berusaha mengerti kebutuhan wanita.


Berikut tujuh cara memenangkan hati konsumen wanita yang mungkin bisa diaplikasikan juga di bisnis yang sedang dibangun, khususnya bisnis pernikahan:


1. Membantu 'memilih'

Media yang digunakan Bridestory adalah website, blog, social media, hingga aplikasi. Dengan demikian bride to be bisa mengakses seluruh inspirasi. Baru-baru ini Bridestory meluncurkan Hilda, online wedding consultant yang berbentuk aplikasi. Hilda membantu calon pengantin merencanakan pernikahan dengan budget yang diinginkan. Hilda diluncurkan mengingat trend-trend baru cepat sekali bermunculan di wedding industry.


2. Kegiatan 'offline'

Bridestory mengadakan Bridestory Fair yang mendapat respon cukup baik. Tahun depan akan digelar Bridestory Market yang melibatkan 800 vendor. Pernikahan adalah momen terpenting dalam kehidupan seseorang. Biayanya cukup mahal. Melalui event tersebut bride to be bisa puas bertemu langsung dengan vendor yang selama ini dijumpai secara online. Lebih meyakinkan untuk bride to be.


3. Edukasi

Memasang artikel di salah satu harian terbesar di Indonesia. Bridestory ingin menangkap audiens yang lebih besar karena kaum lansia terkadang tidak secepat mereka yang berusia lebih muda dalam menggunakan aplikasi atau website. Hal tersebut terkait dengan riset yang menunjukkan mayoritas yang membiayai pernikahan adalah orangtua. Untuk itu Bridestory berusaha mengedukasi older audience mengenai profil Bridestory. Karena terkadang Bridestory dianggap sebagai wedding planner yang sebenarnya bukan.


4. Menerbitkan majalah

Sesuatu yang dipegang itu lebih dipercaya. Kecenderungannya saat ini semakin banyak orang membeli barang secara online. Namun masih ada yang datang ke toko dan melihat barang tersebut sebelum membelinya. Golongan itu yang juga ingin ditangkap Bridestory.


5. Menampilkan foto yang indah yang menyentuh hati wanita


Riset menunjukkan 75% perencana pernikahan itu adalah perempuan. Perempuan lebih tahu apa yang dia mau dalam mewujudkan impian pernikahan. Biasanya laki-laki terima beres, perempuan yang melakukan segalanya. Apa yang membuat perempuan mudah tertarik? Foto wedding yang inspirasional. Bisa jadi mereka yang belum berniat menikah tertarik menggunakan produk tersebut. Bridestory percaya, ketika mempublikasikan sesuatu yang menyentuh hati wanita, akan diperoleh banyak view atau share.


6. Strategic partnership

Tujuan strategic partnership adalah meningkatkan traffic. Semudah melakukan endorsement. Mengapa kita butuh influencer? Wanita itu sebelum membeli sesuatu akan melihat siapa yang menggunakan produk itu. Kalau orang yang memakai produk itu tidak punya power yang cukup besar, belum tentu orang lain membeli. Salah satu strategic partnership yang dilakukan adalah kerja sama dengan Wardah. Dengan demikian mampu membawa moslem market atau traditional market ke platform Bridestory.


7. Quick response

Bridestory mendorong para vendor cepat membalas pesan yang masuk agar tidak mengecewakan konsumen. Mengingat konsumen wanita itu sangat tidak sabar. Pengaruhnya vendor akan memperoleh feedback positif yang bagus untuk bisnisnya. Quick response itu paling penting dalam menjual jasa wedding. Hal itu yang dijaga Bridestory agar user tidak kecewa. Karena itu sebulan sekali Bridestory mengadakan workshop untuk para vendor. Dengan demikian user tidak mudah pindah ke vendor lain.


Ikuti terus berbagai liputan seminar dan talkshow di Moola.id.

Tidak perlu jadi pakar untuk sharing segala hal tentang keuangan!


***


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kalian yang Punya Bisnis Pernikahan, Ikuti Tujuh Cara ini untuk Memenangkan Persaingan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !