Sebagai profesional, pada dasaranya, kita dituntut untuk menguasai masalah. Ada kalanya kita tidak tahu pasti jawaban dari pertanyaan atasan dan kolega kerja. Namun, frase “saya nggak tahu” bukanlah jawaban atau pilihan kata yang baik. Jawaban “saya nggak tahu” hanya menunjukkan inkompetens, ketidaksiapan dan belum berpengalaman.

Bahkan lebih jauh lagi, jawaban “saya nggak tahu” bisa diartikan sebagai “saya memang nggak mau tahu”. Hal itu mengesankan ketidakpedulian. Jika kolega kerja belum sepenuhnya mempercayai kita, frase “saya nggak tahu” bisa dimaknai, “saya tahu tapi nggak akan memberitahu Anda”. Hal itu mengesankan keengganan bekerja sama.

Para manajer sebenarnya mengerti betul tiap pekerja bisa saja tidak memahami suatu masalah. Para manajer tentu menyadari mereka tidak mempekerjakan ensiklopedia. Namun para manajer tentu ingin pekerja yang bertanggung jawab dan mau menyelesaikan masalah, bahkan yang belum ia ketahui. Niat kuat bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah itu yang tidak tercermin dalam frase “saya nggak tahu”.

Lalu bagaimana?

Memahami pekerjaan dan menyampaikannya dengan percaya diri adalah cara terbaik mempertegas integritas dan kompetensi di mata kolega kantor. Pekerja yang menjawab “saya nggak tahu” akan dilewatkan begitu saja oleh kolega jika mereka membutuhkan informasi.

Rekan kerja akan langsung bertanya pada atasan atau kolega lain jika seorang pekerja terus menerus menjawab “saya nggak tahu” saat ditanya atau dimintai pendapat. Melewati pekerja yang inkompeten berarti mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Alternatif jawaban

Jadi harus ngomong apa dong kalau kita nggak tahu? Di bawah ini ada beberapa contoh frase yang bisa digunakan berupa kalimat yang tetap mencerminkan kompetensi dan integritas kita walaupun sebenarnya tidak tahu!

1. Berdasarkan informasi yang saya tahu sekarang, … (jawaban pertanyaan)

Jawaban ini menunjukkan kita tidak bodoh sama sekali. Jawaban ini hanya menunjukkan kita belum sempurna memahami pekerjaan.

2. Baik, Pak. Saya akan cari tahu jawabannya...

Jawaban ini bisa dipakai kalau kita benar-benar menemukan pekerjaan baru yang belum kita pahami. Jawaban ini mencerminkan sekalipun kita belum memahami, kita berniat mencari tahu jawabannya.

3. Saya belum punya data/informasi lengkapnya. Tapi nanti akan saya sampaikan ke Bapak/Ibu

Jawaban ini juga menunjukkan kita belum tahu tapi akan mencari tahu dan bertanggung jawab menyampaikannya kepada si penanya.

4. Saya bukan orang terbaik untuk menjawab ini, mari kita tanya pada…. (jika ada referensi)

Ini tipe jawaban yang bisa dipakai dalam situasi menghadapi pertanyaan di luar lingkup pekerjaan kita.

5. Ini yang dapat saya katakan, ...

Jawaban ini dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang tidak terkait dengan materi pekerjaan atau rapat yang telah jelas kita uraikan. Jawaban ini dapat mengembalikan fokus pertanyaan ke materi pekerjaan atau rapat.

Kalimat di atas hanya contoh yang dapat disesuaikan dengan kondisi komunikasi kita dengan atasan atau kolega. Inti dari beberapa pilihan frase pengganti “saya nggak tahu” di atas, adalah...

1. Kita memang tidak mengetahui jawaban secara lengkap tapi kita juga bukan sama sekali tidak tahu.

2. Kita mau bertanggung jawab mencari tahu jawaban yang lengkap.

Menjawab dengan frase “saya nggak tahu” hanya akan membunuh karir pelan-pelan yang berujung tragis pada gaji/penghasilan. Alternatif frasa pengganti kalimat, “saya nggak tahu” di atas hanyalah teknik menyampaikan pesan dengan tepat.

Memahami pekerjaan dan menyampaikannya dengan percaya diri adalah cara paling jitu meningkatkan integritas kita di kantor. Promosi jabatan dan kenaikan gaji hanya tinggal tunggu waktu bila kompetensi dan integritas kita di kantor terus meningkat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inilah Bahaya Menjawab “Saya Nggak Tahu” dalam Pekerjaan untuk Perkembangan Gaji dan Karir Sahabat Moola". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !