Photo Credit: DIY Genius

Paula, seorang anak millenial yang merasakan bagaimana ayahnya dulu mendidik keuangan. Tidak seperti kebanyakan anak-anak lain yang diberi uang jajan harian, Paula mendapat uang jajan bulanannya sebulan sekali. Belum cukup sampai di situ, tiap bulan Paula diminta untuk buat laporan kemana saja uangnya itu dipakai.

Ayahnya Paula selalu menanyakan kenapa uangnya untuk beli ini-itu. Tujuannya supaya Paula juga belajar untuk mengerti kenapa dia beli ini-itu dan bertanggungjawab dalam menggunakan uang yang diberikan. Ya, tanggung jawab. Tanggung jawab pada uang itu memang harus dimulai sedini mungkin.

Pernah suatu kali, dalam dua bulan Paula tidak menyisihkan uangnya untuk ditabung. Ia pun mendapat hukuman dari ayahnya dengan memotong uang jajannya. Pada waktu itu Paula sedang ingin sekali membeli CD music boy band, tapi karena uang jajannya dipotong untuk ditabung, maka ia melakukan inisiatif bersama teman-temannya membuka garage sale.

Ia memanfaatkan garasi mobil untuk menjual barang-barangnya yang sudah tak terpakai seperti sepatu, barbie, kaset-kaset lawas, baju-baju yang sudah tidak terpakai, dan aneka accessories lainnya. Bersama teman-temannya ia mengundang teman sekolahnya untuk main ke rumahnya dan membeli barang-barang yang ditawarkan dalam garage sale tersebut. Tak diduga uang yang dikumpulkan dari hasil garage sale itu lebih dari cukup untuk membeli CD music boy band. Sisa dari pembelian CD music boy band pun kemudian ia tabung.

Sukses dengan garage sale-nya, Paula, tidak cepat puas. Berbekal nilai rapor yang bagus untuk bidang Matematika, Paula mendapat kepercayaan untuk mengajar les privat anak SD yang ada di dekat rumahnya. Sehabis pulang sekolah, 3 kali dalam seminggu ia mengajar les privat. Uang tambahan yang ia terima dari mengajar les privat ia tabung dan beberapa ia gunakan untuk beli makanan enak.

Ayah Paula nggak pernah menyangka kecerdasan finansial anaknya teruji ketika sedang benar-benar mengalami kekurangan uang. Pada waktu itu ayah Paula belum mengajarkan tentang investasi, ia masih mengutamakan untuk disiplin dalam menabung. Disiplin menabung langkah awal untuk mendidik anak tentang uang.

Beranjak kuliah, pelan-pelan ayah Paula mengajarkan menyisihkan pendapatannya untuk dana investasi dengan cara memberikan simulasi permainan monopoli. Siapa yang tidak senang dengan permainan monopoli? Dari situ Paula belajar menginvestasikan uangnya untuk property, bayar pajak, bayar denda, menerima uang sewa, dan lain-lain. Hal ini untuk melatih cara berpikirnya menggunakan uang dan berinvestasi.

Selain itu, ayah Paula juga memberikan simulasi dari sebuah botol bening yang cukup besar, di mana ayah Paula lebih dulu memasukkan tanah, batu-batu kecil, lalu koin-koin, dan yang terakhir adalah pasir. Artinya, tanah lebih pada simbol papan, batu-batu simbol pangan, koin-koin simbol sandang, dan pasir adalah hal lain di luar 3 pokok kebutuhan utama seperti mobil, gadget, travelling, dan lainnya.

BACA JUGA


Dari situ, Paula jadi lebih bijak dalam menggunakan uang. Tinggal tunggu saja, berapa dana investasi yang ia sisihkan dan berapa hasilnya. Kamu juga mau begitu ? Boleh saja, yuk ikuti cara didik ayah Paula!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ingin Tahu Cara Baby Boomer Mendidik Anak? Paula Berbagi Kisahnya untuk Sahabat Moola!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !