Li Ka-Shing tidak lahir dari keluarga berada. Ia bahkan tumbuh dalam keluarga yang penuh keterbatasan. Saat masih berusia 15 tahun, Li terpaksa meninggalkan bangku sekolah lantaran ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal. Saat masih remaja, Li pun harus bekerja lebih dari 16 jam di perusahaan plastik di Tiongkok demi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, lihat apa yang didapat Li Ka-Shing sekarang? Menginjak usianya yang ke-87 tahun, Li tercatat sebagai orang terkaya di Asia. Ia memiliki aset yang mencapai angka USD 28,2 Miliar. Aset tersebut meliputi beberapa perusahaan ternama yang bergerak di bidang telekomunikasi, ritel, hingga properti.


1. Jangan pernah menyerah pada keterbatasan


Dahulu, Li Ka-Shing memang tidak seberuntung anak-anak muda pada umumnya. Ketika anak-anak muda lain punya kesempatan untuk fokus menyelesaikan pendidikan hingga mengenyam bangku kuliah, Li justru harus menerima kenyataan pahit bahwa ia tidak mampu melanjutkan sekolah. Bukan karena malas, namun lantaran tidak ada ketersediaan biaya sepeninggal ayahnya yang jadi tulang punggung keluarga.

Tapi meski harus putus sekolah dan bekerja, Li Ka-Shing tidak lantas menyerah begitu saja. Semasa hidupnya hingga kni menginjak usia 87 tahun, Li adalah orang yang sangat gemar membaca. Li suka membaca tentang apa saja sehingga ilmu dan wawasannya pun terus bertambah. Ketika masuk ke dunia bisnis, ilmu dan wawasan yang luas itulah yang membuat Li disegani rekan-rekan bisnisnya.

2. Cari peluang dan jangan ragu menjajal setiap kesempatan


Li Ka-Shing awalnya adalah seorang buruh di pabrik plastik. Meski tekun dan rajin menjalani pekerjaannya, Li tidak lantas terbuai dalam zona nyamannya. Sambil terus bekerja, Li terus memutar otak demi menemukan peluang kerja yang setidaknya lebih baik dari pekerjaannya saat itu. Berbekal niat dan keberanian, Li pun akhirnya menjalani pekerjaan sebagai seorang salesman.

Li Ka-Shing ternyata tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mampir padanya. Berbekal kejelian melihat pasar, Li berjuang agar bisa menjadi salesman yang baik. Ia belajar tentang bagaimana mengenali karakter calon-calon pembelinya, memprediksi apa yang mereka butuhkan, dan tentu saja meyakinkan agar pelanggan mau membeli barang yang dijualnya dengan rasa puas.

3. Hidup itu butuh perencanaan yang matang


Alih-alih menjalani hidup dengan mengalir saja, Li Ka-Shing lebih memilih merencanakan hidup dengan sebaik-baiknya. Bagi Li, perencanaan hidup justru adalah yang paling utama. Pasalnya, rencana-rencana itulah yang akan menuntun dirinya mencapai cita-cita yang memang diinginkannya.

Li Ka-Shing percaya bahwa setiap individu punya kemampuan untuk mendesain hidupnya masing-masing. Setiap orang juga dapat membuat rencana karirnya, dan tentu saja mewujudkan kebahagiaan yang diinginkan. Selain itu, perencanaan dalam hidup juga sangat penting lantaran bisa jadi penuntunmu. Asalkan punya rencana masa depan yang jelas, pastinya hidup akan lebih terarah.

4. Tetaplah hidup sederhana, meski kamu sudah kaya raya

Li Ka-Shing adalah salah satu contoh orang sukses yang memang layak diteladani. Pasalnya meski sudah menjadi orang yang luar biasa kaya raya, Li tetap berpenampilan sederhana sehari-harinya. Bagi Li, penampilan bukanlah hal yang utama. Li juga lebih suka tampil apa adanya, apalagi di depan keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Namun meski berusaha hidup sederhana, Li tidak pernah perhitungan jika urusannya dengan keluarga. Menurut Li, kebutuhan keluarga adalah yang utama sehingga ia tidak akan perhitungan jika dimintai bantuan oleh keluarga besarnya. Dalam prinsip hidup seorang Li Ka-Shing, kebaikan-kebaikan yang diberikan pada keluarga kelak akan membawa kebaikan pula.


5. Jangan takut jatuh miskin karena berbagi

Di lingkungan rekan-rekan bisnisnya, Li Ka-Shing dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan murah hati. Salah satu yang sering dilakukan Li adalah menjamu rekan-rekan kerjanya untuk makan siang. Bagi Li, hal ini sangat penting karena ddapat dijadikan sebagai bentuk penghargaan bagi orang-orang yang memang telah membantunya. Sebagai timbal baliknya, banyak orang yang semakin bersimpati pada sosok Li.

Kini saat sudah menjadi pengusaha sukses, Li Ka-Shing pun dikenal sangat dermawan. Li bahkan membangun yayasan Li Ka-Shing Foundation yang aktif dalam urusan kesehatan dan pendidikan. Li merasa bahwa berbagai adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Berbagi juga tidak akan membuat seseorang jatuh miskin. Sebaliknya, berbagi akan membuat seseorang merasa kaya dan hidupnya lebih bermakna. Nah, sudah siapkah kamu menjadi Li Ka-Shing yang berikutnya?


Membuat pencapaian-pencapaian dalam hidup memang bukan perkara mudah. Tapi apapun itu tetap bisa diwujudkan asalkan kita mau berusaha dan berjuang. Li Ka-Shing sudah membuktikan bagaimana hidup yang berhasil bisa diraih lewat kerja keras yang tidak kenal menyerah.

Meski pernah melewati masa-masa sulit, Li Ka-Shing berhasil mencapai keberhasilan yang luar biasa. Dan bukan hanya Li Ka-Shing saja, kesuksesan itu sebenarnya bisa diperoleh siapa saja. Asalkan, seseorang itu mau berusaha dan menerapkan strategi dan pelajaran hidup seperti yang dimiliki seorang Li Ka-Shing. (VER)


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Gong Xi Fa Cai Menghadapi Tahun Baru ada Pelajaran Berharga Dari Orang Cina Terkaya Se-Asia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !