Bagi sebagian besar pejalan, Lamongan dikenal karena kecantikan Pantai Tanjung Kodok, Goa Maharani, atau Wisata Bahari Lamongan saja. Padahal, di balik keindahan pantainya atau keriuhan wahana permainannya, ada surga kuliner yang amat memanjakan lidah. Dari kuliner berkuah, nasi bersambal, hingga rujak buah segar, kuliner Lamongan sungguh sayang dilewatkan. Rasa otentik yang timbul dari paduan bumbu-bumbu khas membuat rasanya sangat berbeda. Jika kamu masih belum percaya, catat nama-nama kuliner berikut dan mari luangkan waktu menjelajah rasa!


1. Soto Lamongan

Photo Credit: FoodGrapher

Siapa tak kenal kuliner favorit sejuta umat bernama Soto Lamongan yang sudah tak diragukan lagi rasanya? Hampir di setiap hajatan pernikahan, acap kita jumpai soto sebagai hidangan. Lantas, apa yang membedakan Soto Lamongan dari jenis Soto lainnya hingga rasanya melegenda? Yup! Soto Lamongan dilengkapi dengan mie soun dan berkuah lebih bening bila dibanding Soto Madura. Soto Lamongan adalah satu-satunya jenis Soto Nusantara yang dilengkapi koya—yakni taburan yang terbuat dari tumbukan kerupuk udang dan bawang putih goreng. Selain itu, Soto Lamongan selalu menggunakan daging ayam kampung karena menghasilkan kaldu lebih gurih dan tidak berbau. Tak hanya di Lamongan, hampir di semua kota besar mudah dijumpai Soto Lamongan.

Rekomendasi: Depot Asih Jaya, Jalan Panglima Sudirman No. 75, Lamongan
Harga: Rp5.000,- s/d Rp30.000,-


2. Nasi Boranan

Photo Credit: Info Kabupaten Lamongan

Jika kamu pernah mendengar lagu berjudul “Sego Boran”, liriknya terinspirasi dari seorang pelanggan yang menyukai kehadiran penjual Nasi Boranan. Kata “Boranan” berasal dari tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu dan digendong di punggung menggunakan selendang. Seporsi nasi dihidangkan bersama bumbu pedas, urap-urap, lauk, empuk, dan rempeyek. Empuk terbuat dari tepung terigu yang dibumbui lalu dibentuk bulatan kecil dan digoreng. Yang menjadikan spesial, bumbu pedasnya diolah dari rempah-rempah dan tak lengkap bila menikmati Nasi Boranan tanpa lauk ikan sili.

Rekomendasi: Kampung Boran, Lamongan
Harga: Rp7.000,- s/d Rp10.000,-


3. Tahu Campur

Photo Credit: Traveling Yuk

Seperti halnya Soto Lamongan, sajian Tahu Campur tentu akrab di telinga. Betapa nikmatnya kuah berkaldu pekat berisi potongan daging sapi kenyal seperti urat, koyor, sandung lamur dan kikil ditemani potongan tahu, lento, mie kuning, serta tauge dan selada segar. Lento adalah perkedel yang terbuat dari singkong. Untuk menikmatinya, jangan lupa menambahkan petis, sambal, dan kerupuk udang agar rasanya lebih nendang! Jika selama ini kamu mengira Tahu Campur berasal dari Surabaya, kamu salah besar! Tahu Campur yang asli ada di Lamongan!

Rekomendasi: Warung Mbak Yati, Jalan Raya Surabaya-Lamongan, depan Stadion Surajaya, Lamongan (sebelah timur gerbang utama)
Harga: Rp15.000,-


4. Rujak Paciran

Photo Credit: Info Kabupaten Lamongan

Sekilas terlihat mirip rujak buah konvensional, yang membedakan adalah bumbu dan potongan buahnya lebih besar. Rujak Paciran dikenal juga sebagai Rujak Asin, sebab petis yang digunakan terbuat dari saripati ikan pindang, berbeda dengan petis hitam kebanyakan. Gula merahnya pun berbeda, sebab berasal dari siwalan yang agak berair. Kemudian, bumbu rujak menggiurkan ini dicocol dengan potongan buah segar seperti mentimun, nanas, bengkuang, semangka, maupun mangga muda. Seporsi pun dijamin kurang!

Rekomendasi: Mak Tas, Desa Paciran, Lamongan (dekat WBL, sebelah barat jembatan)
Harga: Rp3.000,-


5. Es Dawet Siwalan

Photo Credit: YouTube

Sepanjang pesisir memang banyak dijumpai pohon siwalan, salah satunya Lamongan. Karena hasil ental (buah siwalan) yang melimpah, masyarakat mengolahnya menjadi minuman penghilang dahaga. Bila di tempat lain kita jumpai Es Dawet Cendol, maka di Lamongan kita bisa menikmati Es Dawet dengan potongan buah kenyal dan manis gula aren. Siang terik setelah perjalanan panjang, segelas Es Dawet Siwalan tentu sangat melegakan!

Harga: Rp5.000,-


6. Es Batil

Photo Credit: Info Kabupaten Lamongan

Meski namanya sangat asing di telinga, namun Es Batil dari Lamongan adalah satu hal yang tak boleh dilewatkan. Batil adalah sebutan untuk sejenis kue apem yang diiris-iris lalu disiram santan dan sirup gula aren. Semangkuk Es Batil berisi potongan buah siwalan, kacang hijau, dawet, serutan agar-agar, serta batil itu sendiri. Segarnya tak perlu diragukan untuk mendinginkan mood yang berantakan.

Harga: Rp3.000,-


7. Wingko Babat

Photo Credit: Info Kabupaten Lamongan

Manisnya Wingko Babat tak hanya terasa di lidah, namun juga memberi manisnya hidup bagi masyarakat. Kue ini marak dijajakan di stasiun atau terminal sepanjang Pulau Jawa bagian utara. Menonjolkan rasa gurih dan manis kelapa yang membuat siapapun jatuh cinta, apalagi bila tersaji hangat.

Rekomendasi: Depot Wingko Babat "Loe Lan Ing", Jalan Raya Babat No. 198, Lamongan
Harga: -


8. Jumbreg

Photo Credit: Hanisah

Bentuknya unik seperti terompet, di tempat lain disebut clorot atau dumbeg. Rasanya manis gurih dari tepung beras, dibungkus menggunakan daun siwalan. Meski sederhana, kamu harus mencobanya, Sahabat Moola!

Setiap kota memiliki kekayaan yang khas dan tak sama dengan kota lainnya. Begitu juga dengan Lamongan yang menghidangkan ragam kuliner untuk melezatkan Indonesia. Manakah yang sudah kamu coba dan paling kamu suka? Share di kolom komentar, ya!

*) harga yang tertera berdasarkan info terakhir yang diperoleh penulis

**) rekomendasi menurut selera penulis


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hemat dan Nikmat, 8 Rekomendasi Kuliner Saat Berkunjung ke Lamongan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !