Investasi bodong seperti mata rantai yang tidak pernah putus, selalu saja memakan korban untuk diiming-imingi investasi dengan keuntungan besar yang menggiurkan. Tapi hati-hati, jangan sampai kamu terjebak dalam perangkap penipuan investasi atau yang dikenal dengan investasi bodong. Alih-alih mendapatkan keuntungan, justru dana nasabah yang tersimpan juga ikut lenyap dan tidak jelas keberadaannya.

Jaga Kesadaran

Photo Credit : MevsMoney

Penting diingat untuk menjaga kesadaran ketika berhadapan dengan orang yang menawarkan investasi bukan dari instansi. Jika dari sebuah instansi, pastikan pihak yang menawarkan produk investasi tersebut memiliki izin atau tercatat sebagai mitra. Cek, apakah investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Cek juga pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya - apakah telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-udangan.

Teliti

Photo Credit : DariPalu

Setiap lembaga atau produk keuangan, terutama yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus mengantongi izin resmi dari instansi terkait dan berwenang dalam mengurus masalah ini, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti).

Sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi, kita bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang produk investasi tersebut. Bagaimana perusahaan atau lembaga tersebut menanamkan investasi para nasabahnya, instrumen apa yang digunakan perusahaan atau lembaga tersebut untuk menghasilkan keuntungan seperti yang dijanjikan. Jika investasi ditanamkan dalam bentuk riil seperti perkebunan, sebisa mungkin kamu meluangkan waktu untuk melihat secara langsung produk riil dari investasi tersebut, jangan lengah meskipun kamu telah menjadi bagian darinya. Kamu harus tetap memantau perkembangan produk yang kamu investasikan.

Berhati-hatilah jika perusahaan atau lembaga tersebut hanya memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) untuk menjalankan produk investasinya, karena SIUP bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi.

Bisnis Bukan Sulap

Photo Credit : CaraJuki

Ingatlah selalu bahwa segala macam bentuk investasi maupun bisnis bukanlah sulap yang mampu menghasilkan dalam waktu semalam. Lakukan penghitungan matematika secara sederhana untuk memperkirakan apakah tawaran tersebut masuk akal. Terutama jika dengan uang yang jumlahnya tidak terlalu besar lalu dijanjikan keuntungan yang sangat besar dan dalam jangka waktu yang sangat pendek.

Ada Waktu Menanam dan Memanen

Photo Credit : MoneyTree

Ada masa menanam di mana kamu menginvestasikan sejumlah dana dan bersabarlah ketika harus menunggu masa panen, investasi dengan hasil yang besar tidak dihasilkan secara instan. Memang, tidak semua produk investasi yang ditawarkan kepada masyarakat adalah investasi bodong, karena ada produk-produk investasi yang memang secara nyata memberikan keuntungan bagi para nasabahnya. Tapi biasanya besar keuntungan yang diperoleh nasabah tidak terlalu fantastis untuk ukuran jangka pendek, karena prinsip investasi sesungguhnya adalah untuk menghasilkan keuntungan bagi nasabahnya dalam jangka panjang.

Berivestasilah

Photo Credit : Your Money

Hanya orang serakah yang ingin menghasilkan lebih banyak dalam waktu singkat. Berinvestasilah pada instansi yang sudah jelas produknya seperti REKSADANA, INVESTASI EMAS, PROPERTI atau di PASAR SAHAM yang sudah jelas keamanannya.

BACA JUGA


Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, surel konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hampir Tertipu Investasi Bodong? 5 Tips Berikut Akan Membantumu Terhindar dari Perangkapnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !