Apakah sahabat Moola terbiasa bekerja terus menerus selama 8 jam per hari? Ternyata menurut Travis Bradberry, sebagaimana dilansir Forbes, aturan ini sudah kadaluarsa. Bila sahabat Moola ingin lebih produktif, tinggalkanlah aturan kuno 8 jam kerja.

Di bawah ini adalah 2 alasan mengapa 8 jam kerja sehari sudah kuno dan 4 tips mengatasinya dari penulis buku Emotional Intelligence 2.0 and the salah satu pendiri TalentSmart, sebuah perusahaan konsultan yang menyediakan jasa tes kecerdasan emosional dan beberapa pelatihan, tersebut:

1. Cara Terbaik Adalah Menjadwal Hari Sahabat Moola

Studi Draugiem Grup menemukan panjangnya jam kerja tidak berpengaruh banyak pada produktivitas. para pekerja yang mengambil jeda sebentar selama jam kerja lebih produktif dibanding mereka yang konsisten bekerja dalam jangka waktu lama. Sehingga yang paling penting adalah bagaimana para pekerja menyusun jadwal kerja mereka.

Para pekerja dengan jadwal 52 menit kerja yang diikuti 17 menit istirahat, memiliki tingkat konsentrasi unik. Polanya, kurang lebih selama satu jam mereka fokus menyelesaikan tugas tanpa terganggu kegiatan memeriksa Facebook dan surat elektronik, misalnya.

Saat mereka kelelahan setelah satu jam fokus bekerja, mereka beristirahat sebentar. Ketika berisitirahat, para pekerja tersebut benar-benar terpisah dari pekerjaannya. Ternyata pola seperti ini membantu mereka segar saat kembali konsentrasi menyelesaikan tugas untuk jam berikutnya.

2. Otak Sahabat Moola Menginginkan 1 Jam Fokus Bekerja Dan 15 Menit Istirahat

Otak, secara alamiah, berfungsi maksimal sekitar satu jam. Setelahnya, otak akan menurun selama 15-20 menit. Para pekerja yang telah menemukan perbandingan produktivitas tersebut berhasil memenangkan persaingan karena mereka sudah mampu memanfaatkan kebutuhan mendasar otak manusia tersebut.

Pasang surut energi alamiah ini membingungkan sebagian besar dari kita. Kita bisa menjadi bingung menentukan antara energi tinggi terfokus yang kemduian diikuti energi itu menurun. Periode yang membuat kita menyerah dan lelah pada gangguan

Atur Kembali Hari Kerja Sahabat Moola

Untuk mengatasi gangguan tersebut, sahabat Moola dapat mulai mengatur kembali jam kerja dalam sehari. Delapan jam kerja sehari bisa efektif bila sahabat Moola memecahnya hingga beberapa selang waktu secara strategis.

Sekali saja, sahabat Moola mampu menggabungkan energy alami dengan usaha, semua akan berjalan lancar. Di bawah ini terdapat 4 tips dari Travis Bradberry agar jam kerja lebih produktif:

1. Pecahlah Hari Sahabat Moola Ke Dalam Beberapa Jam Dengan Interval

Sahabat Moola akan lebih efektif bila berkonsentrasi menyelesaikan tugas saat ini daripada merencanakan apa yang harus dilakukan di akhir hari atau akhir minggu. Merencanakan hari sahabat Moola ke dalam beberapa selang waktu dapat menyederhanakan tugas ke dalam beberapa kepingan kecil yang lebih mudah diatur.

Bila ingin menjadi literalis, sahabat Moola dapat merencanakan hari ke dalam tiap 52 menit selang waktu per hari. Namun memecahkan waktu ke dalam selang waktu satu jam selama satu hari jam kerja, sudah cukup rasional. Sahabat Moola akan mendapatkan ritme kerja yang tepat dengan cara ini.

2. Hargai Waktu Anda

Saat sahabat Moola tidak menghargai waktu dengan mengetik pesan pribadi, memeriksa surat elektronik dan memeriksa Facebook, sahabat Moola menggugurkan tujuan utama dari pendekatan strategi interval waktu. Strategi interval waktu hanya efektif karena sahabat Moola menggunakan energi puncak untuk fokus bekerja dalam waktu yang relatif singkat.

3. Ambil Tes Nyata

Sebuah studi di Draugiem menemukan para pekerja yang lebih sering beristirahat dalam selang waktu delapan jam kerja lebih produktif daripada mereka yang tidak mengambil istirahat. Berjalan kaki, mengobrol dan membaca adalah cara beristirahat yang paling efektif guna mengisi kembali energi untuk bekerja. Alasannya, kegiatan-kegiatan tersebut menjauhkan sahabat Moola dari pekerjaan.

Membuka surat elektronik dan menelepon saat beristirahat mungkin menggoda. Namun kenyataannya, dua kegiatan tersebut bukan cara beristirahat yang baik. Para pekerja yang benar-benar beristirahat pada saat waktunya, akan lebih produktif daripada mereka yang gagal memisahkan istirahat dan bekerja pada saat jam istirahat.

4. Jangan Sampai Menunggu Badan Sahabat Moola Memerintahkan Untuk Beristirahat

Lebih produktif beristirahat sebentar ketimbang tetap bekerja saat sahabat Moola kelelahan dan tidak dapat berkonsentrasi. Sangat telat bila sahabat Moola menunggu waktu untuk beristirahat saat sudah kelelahan. Saat itu sahabat Moola sudah kehilangan puncak produktivitas.Bila ingin tetap produktif, disiplin pada jadwal sahabat Moola dapat menjamin kita bekerja pada puncak produktivitas

Demikianlah alasan-alasan mengapa 8 jam kerja sudah kadaluarsa menurut Travis Bradberry. Dengan meningkatkan produktivitas, kesempatan sahabat Moola meraih karir lebih dan pendapatan lebih tinggi terbuka lebar. Selamat mencoba.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Empat Tips Membuat Jam Kerja Lebih Efektif dan Berdampak Pada Finansial". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !