Liburan ke luar negeri, siapa yang nggak mau. Apalagi kalau negeri yang dituju berbeda kultur dan tradisinya dengan kita sebagai orang Indonesia. Mulai dari makanan, kendaraan umum, hingga barang-barang yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh untuk teman-teman dan keluarga di Tanah Air.

Tradisi membelikan oleh-oleh ini dikenal khas Indonesia banget. Maksudnya sih supaya teman-teman dan keluarga tercinta ikut merasakan kebahagiaan yang kita dapat selama jalan-jalan keluar negeri. Tapi… sering kali yang menitip oleh-oleh itu suka nggak sadar bisa merepotkan orang yang dititipi.

Berdasarkan pengalaman pribadi, biar dompetmu nggak bolong, coba kamu katakan ketiga hal berikut sama mereka yang ingin menitip oleh-oleh:

1. Oleh-olehnya terserah saya ya, kalau saya ingat dan sempat

Iya lah, namanya juga oleh-oleh, artinya bentuk barang tersebut seharusnya terserah siapa yang membelikan dan semampu kamu. Memangnya kamu personal shopper yang bersedia membelikanbarang sesuai kehendak dia? Bayarin ongkos pesawatnya aja kagak, plis deh.

Daripada sekadar dititipi oleh-oleh, mendingan kamu buka jasa personal shopper beneran, ya nggak? (foto: pexels.com)

2. Kasih ke saya dulu uangnya pakai kurs setempat, plus biaya transportasi dari penginapan ke toko

Artinya, membelikan oleh-oleh buat kan perlu tenaga dan biaya juga buat bayar transportasi dan waktu yang terbuang, yang mungkin saja semestinya bisa kamu pakai untuk menjelajahi tempat lain. Belum lagi, kurs yang berlaku di negara tersebut bisa bikin puyeng kepala, loh, karena uang yang harusnya bisa kamu pakai untuk membelanjakan barang atau keperluan lain, malah dipakai untuk membelikannya oleh-oleh.

Uang yang dititipkan untuk membelikan oleh-oleh juga tidak boleh dibayarkan dalam rupiah, tapi dalam mata uang setempat, atau setidaknya dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Biar kamu nggak repot juga kan harus menukar lagi, belum lagi kalau kursnya lebih rendah. Wah, kamu yang rugi!

3. Titip do’a aja ya, semoga suatu hari kamu bisa pergi ke sana

titip nama atau titip do'a, semoga suatu hari teman atau keluargamu yang menitip bisa ikut pergi ke negeri tempatmu berlibur. (foto: brilio.net)

Kalimat ini nggak hanya berlaku buat kamu yang akan ziarah ke Tanah Suci, loh. Justru ini senjata paling ampuh buat mereka yang tidak sekadar menitip oleh-oleh, tapi rewel dengan barang titipannya. Sudah nitip, pakai syarat barangnya harus warna ini-itu, ukuran sekian, modelnya begini-begitu. Wah… lagi-lagi, kamu bukan Miss Jinjing yang dibayar untuk shopping pun enggak.

Makanya, mendingan orang model begini dido’akan saja deh, agar bisa meniru jejakmu pergi berlibur keluar negeri.

Nah, Milenials, jadi pribadi yang mandiri dan tidak merepotkan orang lain ya. Terutama kalau sudah menyangkut masalah keuangan, bisa-bisa pertemananmu malah terancam hanya gara-gara oleh-oleh. Selamat liburan, selamat jalan-jalan! ***


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dititipi Oleh-oleh Saat Liburan ke Luar Negeri? Katakan 3 Hal Ini Agar Dompetmu Tidak Jebol". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !