Dalam situasi seperti itu, Pungky mencoba untuk selamat dari keadaan Dilema akut. Ia bertanya pada dirinya sendiri, melihat Dilema sebagai sebuah kesempatan untuk mulai merubah cara berpikir dengan trigger pertanyaan positif; bagaimana cara mengatur keadaan ini? Mengapa kondisi ini tampaknya baik dan memungkinkan? Bagaimana supaya persepsi tentang kaya di usia muda ambil dari sisi yang beda? Lalu ia mengambil tindakan dengan cara melakukan brainstorming.

Tidak ada cara untuk menjadi ahli dalam sekejap, keputusan yang diambil itu tidak ada yang benar 100% sampai dimana berumur 80 tahun dan melihat ke belakang terus bilang “saya tidak pernah menyesal”. Bermodal uang tabungannya, Pungky membeli emas seharga 15 juta lalu digadaikan dan menerima uang 14 juta. Uang hasil gadainya ia belikan emas lagi, lalu dijual 16 juta ketika harga naik. Setelah itu, ia tebus emas yang ada di pegadaian dan menjualnya dengan harga 17 juta.

Mendapatkan untung dari hasil investasinya di emas, membuatnya lebih percaya diri. Pungky mencoba untuk nabung saham. Ia mulai menginvestasikan uangnya sebesar 100 ribu. Seiring berjalannya waktu dan trend yang semakin baik, Pungky lebih berani lagi untuk mulai membeli saham-saham perusahaan-perusahaan yang kinerjanya bagus. Meskipun pergerakan pasar saham naik turun tak menentu, untungnya ia sangat tenang, tipikal investor defensive. Investor yang tidak ingin buru-buru menjual sahamnya ketika jatuh, tapi tenang dan menunggu naik baru dijual, meskipun butuh 1-2 tahun, atau malah bisa 5 tahun lebih. Tergantung seberapa banyak keuntungan yang mau di dapat.

Berbekal gelar “pemilik saham perusahaan” Pungky kini lebih percaya diri bergabung dengan teman-temannya yang terus menerus membicarakan kaya di usia muda. Ia pun berbagi cerita tentang pengalamannya bermain saham, sebagai langkah awal dalam bermain saham, Pungky menghitung nilai awal saham, dengan mengetahui nilai perusahaan, berapa nilai assetnya, berapa jumlah pendapatan dalam 5 tahun terakhir, berapa jumlah hutangnya, dan seterusnya.

Untuk mendapatkan data-data tersebut, Pungky surfing di web perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia, semuanya memiliki transparansi laporan keuangan. Pungky juga menginstall aplikasi RTI Business lewat handphonenya yang mendukung dalam bermain saham. Ia sadar betul spekulasi dalam membeli saham bukanlah investasi, itu sangat berbahaya. Selain itu, dari aplikasi yang di install iya juga mendapat beberapa berita terupadate mengenai perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang, pailit, gagal bayar kredit, atau pun perusahaan yang baru pertama kali di lepas ke public, dan sebagainya.

Dalam berinvestasi investor penting untuk memperhatikan deviden dan kinerja perusahaan dibandingkan pergerakan saham tersebut dari waktu ke waktu. Karena dalam pasar saham ada pergerakan saham perusahaan yang tidak wajar yang dikenal dengan nama saham goreng. Saham goreng adalah saham yang kinerja perusahaannya biasa-biasa saja tapi pergerakannya sahamnya naik terus setiap hari, itu karena ada bandar saham yang memainkan saham tersebut, sehingga memancing investor awam beli saham tersebut, dimana di kemudian hari saham tersebut berhenti tidak ada pergerakan malah cenderung turun nilainya.

Maka dari itu penting banget mengenal perusahaan yang sahamnya mau kita beli. Jangan sampai terjebak dalam permainan bandar saham yang sesaat menguntungkan mereka. Otoritas pasar modal telah membentuk PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) atau Securities Investor Protection Fund (SIPF) yang fungsinya menjamin keamanan dana nasabah. Jaminan perlindungan dana investor pasar modal ini bukan akibat risiko investasi namun adanya pembobolan atau penyalahgunaan dana oleh perusahaan sekuritas.

Pungky kemudian menutup ceritanya dengan sebuah quote dari Bill Gates, “jika kamu terlahir miskin, itu bukan salahmu, tapi jika sampai akhir hidupmu, kamu tetap miskin, itu jelas mutlak salahmu.” Dari dilema untuk kaya di usia muda, membuat dia lebih berani untuk memulai daripada tidak sama sekali.

Jadi gimana mau kaya di usia muda? Bisa saja, saat ini Pungky masih menunggu hasil investasinya. Siapa pun yang ingin kaya pasti tidak akan menyimpan duitnya di bank untuk ditabung kan? Kamu boleh pilih produk investasi yang pas sesuai karaktermu, ada property, reksadana, saham, valuta asing, emas, dan lain sebagainya. Tentu saja kalau kamu mau memulai startup itu tidak salah, tapi pastikan jangan cepat putus asa. Selamat berinvestasi!!!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dilema Social Trend Menjadi Kaya di Usia Muda, Bagaimana Kamu Mampu Mencapainya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !