Sekuel Filosofi Kopi sedang tayang di bioskop dengan judul Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Sekuel ini menarik karena selain memiliki cerita baru dan karakter baru, film ini mengajarkan kita tentang berbisnis kedai kopi.

1. Keluar dari Zona Nyaman

Photo Credit: Filkop Movie

Dalam cerita Filosofi Kopi yang pertama ditutup dengan menjual kedai kopi yang teletak di daerah Melawai dan beralih menggunakan VW Combi untuk keliling Indonesia. Mereka berhenti di suatu tempat dan menjual kopi tersebut. Selama 2 tahun mereka melakukan itu, sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti berkeliling Indonesia karena setelah di-review pergerakan bisnis mereka biasa-biasa saja tidak kemana-mana. Mereka kemudian memutuskan untuk berhenti berjualan kopi dengan VW Combi dan berencana untuk membeli kembali kedai kopi di Melawai yang dulu mereka jual.

2. Mencari Investor

Photo Credit: Twitter Ben & Jody

Masalah berikutnya adalah kedai kopi di Melawai harganya sudah naik bekali-kali lipat dari harga yang pernah mereka jual. Tentu saja Ben dan Jody harus mencari cara untuk kembali membeli kedai kopi tersebut.

Saya yang menonton kemudian bertanya-tanya kenapa harus di Melawai? Toh tempat-tempat bisnis yang menarik masih ada di tempat yang lain. Jawabannya adalah kedai kopi di Melawai merupakan kepala naga Jody yang membawa keberuntungan buat kedainya. Ya kepala naga. Kami semua ngakak ketika Jody menyebut kepala naganya di Melawai yang lantas ditanggapi dengan guyon oleh Ben bahwa kepala naga sejatinya ada di Pluit atau di Kelapa Gading.

Singkat cerita mereka mendapat investor yang menghendaki saham Filosofi Kopi 40%. Meskipun awalnya Jody nggak setuju, tapi karena bujuk rayu Ben dan tidak ada uang lagi untuk membeli kedai di Melawai maka mereka memutuskan untuk bekerjasama dengan investor tersebut yang bernama Tarra. Kedai kopi pun terbeli dan mereka kemudian membangun kembali kedai Filosofi Kopi.

3. Merekrut Barista Baru

Photo Credit: Twitter Ben & Jody

Seperti yang sudah pernah dijanjikan bahwa dalam Filosofi Kopi 2 ini ada karakter baru. Selain Tarra, muncullah seorang barista baru bernama Brie. Entah mengapa dari awal Ben tak setuju dengan Brie. Terbukti ketika baru pertama kali buka, kedai Filosofi Kopi mendapat review yang tidak menyenangkan dari kopi buatan Brie.

Merekrut barista baru, tidak bisa membiarkan barista tersebut bereksperimen semaunya sendiri. Pemilik kedai seharusnya melakukan training pada setiap barista baru agar tidak merusak ciri khas kedai tersebut.

Pelajaran lainnya adalah dalam setiap review yang buruk harus ditanggapi serius dan segera mengadakan perubahan atau mencari solusi biar tidak ada review buruk lainnya yang muncul. Karena zaman sekarang orang bisa menulis review kapan saja dan di media mana pun. Bisa saja tulisannya membawa pengaruh bagi customer pemula ataupun para penggemar kopi sejati.

4. Promosi Kedai Kopi di Jogja

Photo Credit: Java Foodie

Di film Filosofi Kopi 2 ini mereka juga menyisipkan cerita ekspansi kedai Filosofi Kopi 2 di Jogja. Ini menarik, karena melalui film ini kita bisa mengetahui bahwa Filosofi Kopi tidak hanya ada di Melawai tapi sekarang juga ada di Jogja.

Yang menarik lagi adalah kamu bisa menukarkan potongan tiket nonton dengan kopi gratis baik di Filosofi Kopi Melawai maupun Jogja.

5. Promo Merchandise Filosofi Kopi

Photo Credit: Anggia Kharisma

Hampir sepanjang film Ben menggunakan produk-produk merchandise yang bisa kamu dapatkan di kedai Filosofi Kopi ataupun catalog Filosofi Kopi di Instagram dan web-nya. Dari sini penonton akan melihat sekeren apa sih kaos-kaos yang dijual di Filosofi Kopi seperti Ben yang terlihat sangat keren ketika mengenakan kaos merchandise ini.

Jadi bagaimana? Film Filosofi Kopi 2 bukan hanya film yang mengajarkan arti sebuah persahabatan tapi juga belajar bagaimana mengelola bisnis kedai dan ekspansi keluar. Tonton filmnya sekarang, masih tayang di bioskop-bioskop terdekatmu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dari Film Filosofi Kopi 2, Mari Belajar 5 Cara Berbinis Kedai Kopi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !