Lukisan merupakan karya seni dan keindahan ekspresi diri bagi pelukisnya. Apapun aktivitas yang dilakukan dengan indah adalah seni. Di dalamnya terdapat inspirasi juga permata yang membuat orang-orang terkagum saat melihatnya.

Beruntung saya memiliki teman seorang pelukis asal Banyuwangi yang mempunyai ciri lukisan impresionalisme. Hasil karyanya sering mewarnai pameran-pameran seni tak hanya di Indonesia melainkan hingga mancanegara bahkan saat ini hasil lukisannya sudah menjadi pesanan kolektor sebagai bentuk lain dari cara berinvestasi. Kolektor mengaku, selain berinvestasi, lukisan tersebut bisa dinikmati keindahannya dan mempecantik sudut rumah kita.

Sempat beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Banyuwangi, teman saya mengatakan bahwa setidaknya saya harus memiliki satu koleksi buat investasi. Lantas, bagaimana agar kita tidak tertipu lukisan yang menjadi investasi kalau belakangan tahu ternyata lukisan yang kita beli itu palsu? Cek 4 hal ini yuk sebelum membeli lukisan!

1. Kenali gaya pelukisnya

Photo Credit : utusan

Sebelum membeli lukisan, kenali dulu pelukisnya karena setiap pelukis punya ciri dan gayanya masing-masing seperti Basuki Abdullah yang dikenal sebagai pelukis realis dan naturalis. Maestro Indonesia, Faizin dikenal sebagai pelukis impresionalisme, begitu juga Leonardo Da Vinci asal Italia yang lukisannya sudah tidak ternilai lagi harganya. Dengan mengenal ciri lukisan akan memudahkan kita untuk membeli sesuai selera dan minat.

2. Asal usul lukisan atau histori

Photo Credit : Faizin,Masterpiece

Jika ingin membeli secara perorangan, cek dahulu asal usul lukisan dari mana orang tersebut mendapatkannya. Saat membeli lukisan dari perorangan, mintalah orang yang ahli (kurator lukisan) untuk membantu mengecek keaslian lukisan tersebut.

3. Tanda tangan pelukis dan sertifikat

Photo Credit : 3.bp

Perlu diperhatikan bahwa setiap lukisan yang asli mempunyai karakter dan ciri khas tanda tangan pelukis. Lukisan yang asli biasanya juga dilengkapi dengan sertifikat lukisan (tahun pembuatan, nama pelukis, tanda tangan pelukis/stempel galeri yang mengeluarkan lukisan tersebut). Ada juga lukisan yang asli namun tidak ada sertifikatnya, mungkin karena dimiliki oleh orang yang awam atau dikoleksi perorangan, dan untuk mengecek lukisan yang tidak ada setifikatnya ini Sahabat Moola harus hati-hati, konsultasikan dahulu dengan orang yang ahli dalam lukisan/kurator lukisan, karena bisa jadi lukisan tersebut adalah palsu.

4. Beli lukisan di galeri

Photo Credit : SaungKelir

Demi menjaga keaslian lukisan, kamu bisa membeli dari balai lelang atau galeri seni yang terpercaya dan sudah dikenal kredibilitasnya, serta memiliki tim kurator lukisan ahli.

BACA JUGA


Inilah Bedanya Mencari Emas Zaman Dulu vs Zaman Sekarang. Cari Tahu Yuk, Sahabat Moola!

Inilah Bedanya Mencari Emas Zaman Dulu vs Zaman Sekarang. Cari Tahu Yuk, Sahabat Moola!

Sekarang, mencari emas sudah bukan hal yang susah. Kamu wajib kenalan dengan game keren satu ini

Read more..

Walau banyak lukisan aspal yang memang sah diperjual belikan (istilahnya adalah lukisan KW atau repro yang jauh lebih murah), pilihan ada di tangan Sahabat Moola. Namun, pilihlah lukisan dengan cermat dan teliti sebelum membelinya. Selamat berinvestasi ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berminat untuk Investasi Lukisan? Cek 4 Hal Ini Sebelum Memutuskan Membelinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !