Saya menyempatkan diri untuk bertemu dengan mantan manager finance saya, Evi. Saya penasaran bagaimana sih seorang manager menghabiskan dana THR-nya? Rasanya kalau mendengar cerita dari teman-teman sebaya sudah biasa. Ketika saya mendengar ceritanya, wah, banyak hal yang tidak saya lakukan seperti yang ia lakukan. Apa saja tips dari mantan manager finance saya, yuk cek artikel di bawah ini!

1. Alokasi Dana

Photo Credit: iStock

Jujur, pertama kali dengar advice ini saya langsung kepikir mau pulang saja. Advice ini sudah banyak sekali ditemukan dimana-mana. Langkah awal yang Evi lakukan melihat daftar prioritas di catatannya, bukan daftar belanja ya. Daftar prioritas itu macam-macam, ada dana zakat, bayar cicilan/hutang, dana mudik atau liburan, dana investasi, dan terakhir saya senang banget mendengarnya, dana baju baru.

Evi menyarankan untuk disiplin menggunakan alokasi dana, untuk keperluan dana kebutuhan sehari-hari, untuk menggunakan uang dari gaji yang kita terima tiap bulan. Ya, untuk “biaya operasional” bulanan tidak menggunakan dana THR.

Dana THR diperuntukkan jika tahun ini ada rencana mudik atau liburan Lebaran, pakailah dana THR. Beli baju baru buat anak-anak, atau membeli kue-kue Lebaran untuk menyambut tamu atau saudara pada saat silaturahmi nanti. Ia juga menggunakan dana THR untuk membayar zakat.

Evi juga menyisihkan dana untuk tradisi bagi-bagi angpau untuk saudara-saudara terdekat atau ke keponakan.

2. Bayar Cicilan

Masih menggunakan dana THR, Evi membayar lebih untuk cicilan apartemennya. Ya, mumpung ada dana lebih supaya segera bisa melunasi cicilan apartemennya. Ia memberi advice jika punya cicilan mobil dan hutang lainnya, lebih baik menjadi prioritas dengan menggunakan dana THR.

3. Beli Baju Baru

Photo Credit: Mvslim

Ok, untuk dana alokasi sebelumnya, Evi tidak menyinggung dana untuk beli baju baru bagi diri sendiri. Ia menyarankan jika baju lebaran masih layak pakai kenapa harus beli. Evi menyarankan untuk di-custom saja baju lama yang tidak kekinian.

Bermodal majalah-majalah fashion, Evi pergi ke tukang bordir untuk meng-custom baju-baju lamanya dengan bordiran berbentuk bunga dan motif-motif lucu lainnya, dan jadilah baju lebaran yang di-custom menjadi tampilan baru dan tidak membosankan.

Demikian juga dengan barang lainnya, seperti tas dan celana. Evi mempercantiknya dengan tambahan accessories sehingga tampil lebih fresh.

4. 10% Investasi

Tentu ini tidak ketinggalan, dan sebagian orang banyak yang tidak setuju. Evi menggunakan 10% dari dana THR untuk ia investasikan membeli saham atau reksadana. Ya, kesadaran investasi merupakan prioritas untuk Evi. Menurutnya, investasi bukan hanya untuk 2-5 tahun ke depan dicairkan lalu beli rumah atau mobil, tapi buatnya, investasi juga penting untuk dana pensiun.

10% itu minimal, kalau kamu masih single, lebih dari itu lebih baik lagi.

5. Dana Sisa Buat Senang-senang

Akhirnya ada pada tahap yang menjadi kesukaan semua orang. Dana sisa buat senang-senang, disaat THR sudah turun, bulan Ramadan masih berjalan ya. Ada baiknya untuk memperat silaturahmi, bisa menggunakan sisa dana THR untuk buka bersama misalnya. Pastikan dalam berbuka puasa itu tidak usah memakai tema-tema tertentu yang kadang membuat budget jadi tambah besar. Adakan acara buka puasa dengan sewajarnya saja, yang penting kamu masih bisa update di media sosial bersama teman-teman sedang buka puasa kan.

BACA JUGA


THR Harus dihabiskan! Baca 7 Tips Efisien Mengatur THR Biar Tidak Menyesal

THR Harus dihabiskan! Baca 7 Tips Efisien Mengatur THR Biar Tidak Menyesal

Bingung mengatur THR dan takut THR habis buat beli barang yang nggak perlu? Baca deh tips ini

Read more..

Sepertinya cara yang Evi lakukan tidak popular ya. Tapi kalau diurutkan lagi dari atas, rasanya tidak sulit untuk menerapkan cara mengalokasikan dana yang dianjurkan Evi. Dana THR untuk mengeksekusi kebutuhan prioritas akan menjadi penyelamat di masa panen ini. Jangan sampai deh, khilaf menggunakan semua dana THR untuk hal-hal yang bukan prioritas dan di kemudian hari bisa menyebabkan stress dan kekuatiran jika tidak dengan tepat ditangani. Kalau bisa mematahkan siklus hidup mengerikan akan kehidupan dari gaji ke gaji selanjutnya, kenapa tidak?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Biar Tak Salah Langkah, Begini Cara Menggunakan THR ala Manager Finance". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !