Kita tentu pernah dikata-katai "pelit" oleh teman, sahabat dan kenalan kita. Entah mengapa, banyak dari kita terlalu gampang menuduh teman, sahabat dan kenalan dengan kata-kata ini, padahal kita tak tahu persis kondisi keuangannya. Antara pelit dan hemat, kita tak pernah peduli.

Jadinya tak heran, kata pelit itu lebih gampang keluar dari mulut kita untuk mereaksi seseorang yang tak mau mentraktir, tak mau berbagi hingga tak mau memberi tanpa melihat konteks dan kondisi real-nya.

Pelit jelas kosakata negatif yang bila diucapkan bisa menyakitkan lawan bicara. Kata pelit berkonotasi negatif dengan merujuk pada kata kikir alias tidak suka memberikan sesuatu pada orang lain.

Uniknya, dalam pergaulan sehari-hari, kata pelit ini bisa menjadi semacam senjata yang digunakan untuk mendesak atau "memaksa" seseorang agar mau mentraktir, membeli atau memberikan sesuatu.

Orang yang kikir biasanya tidak disukai yang lain. Ketika hendak membantu yang lain, ia banyak berpikir karena takut uangnya berkurang. Saat bencana pun, orang yang tergolong kikir tak mau memberi bantuan. Kalau pun ikut memberi bantuan, nominalnya sangat kecil. Bisa saja ia beralasan ogah membantu sesama yang sedang terkena bencana karena merasa belum kaya. Begitulah gambaran orang kikir.

Berbeda dengan orang yang kikir, mereka yang hemat itu menggunakan uang dengan cermat dan hati-hati supaya tidak lekas habis. Pada praktek pergaulan dan kehidupan sehari-hari, orang yang hemat tak jarang juga jadi sasaran tembak kata-kata pelit. Hemat dan kikir itu campur-aduk.

Orang yang hemat itu biasanya memiliki perencanaan dan pengelolaan uang yang baik. Ia mampu mengelola keuangannya dengan bijak tatkala harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bayar tagihan bulanan, menabung hingga investasi.

Menjadi hemat dengan dituding kikir tentu lebih baik daripada menjadi tidak kikir alias royal, tapi ternyata keuangannya acak-adut. Nah, menjadi hemat di era digital seperti saat ini tidaklah sulit. Banyak platform modern yang memudahkan kita untuk mengalokasikan dana yang kita miliki seperti Platform IPOTPAY. Fintech ini memberikan kemudahan untuk bayar, beli dan transfer uang dengan jadwal yang rapi sekaligus memberikan imbal hasil sebesar 7-9 % per tahun untuk dana yang tersimpan di dalamnya. Hemat dengan platform modern membuat keuangan pribadi terkelola dengan baik.

BACA JUGA


5 Cara Menghadapi Tantangan Krisis Keuangan Setelah Libur Lebaran

5 Cara Menghadapi Tantangan Krisis Keuangan Setelah Libur Lebaran

Setelah libur Lebaran dan kembali bekerja rasanya sangat menyenangkan. Bagi kamu yang kemarin merasakan liburan Lebaran di kampung bersama ...

Read more..

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Beda Pelit dan Hemat, Sahabat Moola Masuk yang Mana, Ya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !