Apakah karir Sahabat Moola tak kunjung meningkat? Apakah Sahabat Moola tidak termotivasi lagi berangkat ke kantor? Sahabat Moola akan menjalani rutinitas pekerjaan sekitar lebih dari seperempat abad. Oleh karena itu, memilih pekerjaan yang tepat sangat penting agar hidup Sahabat Moola lebih bermakna.

William Arruda, salah satu pendiri situs Career Blast dan kreator kuis di Linkedln mengindikasikan enam emosi yang menjadi tanda Sahabat Moola terjebak pada pekerjaan yang salah. Enam emosi tersebut, sebagaimana dilansir Forbes, adalah sebagai berikut!

1. Tidak Acuh

Jika Sahabat Moola tidak merasakan emosi dalam bekerja, tidak dapat lagi merasakan baik atau buruk, Sahabat Moola ada dalam fase tidak acuh. Perasaan tidak acuh membuat Sahabat Moola menganggap pekerjaan sebagai rutinitas biasa sebagai bagian hidup. Pekerjaan sama sekali bukan sumber semangat. Prestasi tak mampu lagi melecut gairah bekerja. Tantangan, masalah dan kinerja rekan yang lebih baik, sama sekali tidak menimbulkan stress bagi Sahabat Moola.

2. Ngeri

Pernahkan Sahabat Moola menanyakan hal-hal seperti, “apakah saya menyukai rekan kerja?”, ”apakah saya nyaman dengan lingkungan kerja dan kolega sekitar?” Dan “apakah saya merasa nyaman dengan misi perusahaan?”. Jika seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah “tidak”, maka Sahabat Moola perlu mempertimbangkan pekerjaan lebih dalam lagi. Ketidaknyamanan terhadap rekan satu tim, lingkungan kerja dan kolega sekitar serta ketidaknyamanan pada perusahaan dapat menyebabkan perasaan “I don’t like Monday” bahkan perasaan takut tiap malam untuk pergi ke kantor di pagi hari.

3. Iri

Saatnya memikirkan kembali karir terbaik Sahabat Moola bila merasa iri pada profesi orang lain. Misalnya, jika Sahabat Moola bekerja dengan baik di bidang marketing tapi merasa “ah, seandainya gue bisa kayak dia” saat melihat seorang akuntan, tiba waktunya Sahabat Moola memikirkan kembali profesi yang dijalani saat ini.

4. Bosan

Sahabat Moola merasa hari berganti hari begitu saja di kantor. Tidak ada prestasi atau hal bernilai yang Sahabat Moola ciptakan. Sahabat Moola tetap rutin menyelesaikan pekerjaan tapi tidak terlibat menyatu dalam pekerjaan itu. Pada fase ini, Sahabat Moola akan mengerjakan tugas tanpa berpikir lagi. Jam pulang kantor menjadi waktu paling menyenangkan.

5. Takut

Bila Sahabat Moola terus menerus merasa takut salah mengerjakan sesuatu atau merasa takut terancam oleh rekan kerja yang tampaknya lebih baik daripada Sahabat Moola, maka kamu sedang dalam fase emosi ini.

Pada fase emosi ini, Sahabat Moola juga merasa sebagai penipu dalam bidang pekerjaan yang ditugaskan. Sahabat Moola merasa tidak pantas mengerjakan ini dan selalu ketakutan kalau pimpinan suatu saat akhirnya mengetahui kesalahan yang Sahabat Moola buat.

6. Frustasi

Bila Sahabat Moola terbelenggu dan merasa tidak yakin bagaimana caranya membuat perubahan penting, berarti kamu terjebak dalam karir yang salah. Dalam kondisi semacam ini, Sahabat Moola merasa pekerjaan justru menjadi penghalang bakat dan potensi maksimal yang dimilki untuk bersinar.

BACA JUGA


Demikianlah enam sinyal emosi Sahabat Moola terjebak pada pekerjaan yang salah. Jika merasakan emosi-emosi di atas, segera temui konsultan karir atau mentor Sahabat Moola. Lakukan introspeksi untuk menentukan pekerjaan yang sesuai dengan potensi dan kepribadian Sahabat Moola.

Pekerjaan yang tepat akan menginspirasi hidup kita. Pekerjaan yang sesuai dapat mengeluarkan seluruh potensi terbaik kita. Dengan demikian Sahabat Moola akan mengumpulkan pendapatan maksimal karena bisa menyelesaikan pekerjaan sepenuh hati.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-Hati! Inilah 6 Sinyal Emosi Terjebak Pada Pekerjaan yang Salah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !