Percaya tidak, saya menanyakan hal itu pada keluarga besar pada saat Lebaran. Beberapa ada yang menjawab dengan pasti, tapi ada juga yang membuat saya cukup kagum karena selama Ramadan ia tak hanya puasa menahan lapar, haus, ataupun amarah, tapi ada yang melakukan latihan diet finance alias menahan keinginan untuk membeli apa yang mampu ia beli. Apa aja yang keluarga besar bagi ke saya tentang pengalamannya mulai berinvestasi dari diet finance-nya? Yuk simak rangkuman saya!

#1 Vania, Si Ambisius yang Ingin Bebas Hutang Kartu Kredit

Photo Credit: wisebread

Dulu Vania punya kebiasaan kuliner dan shopping dengan memakai kartu kredit. Di Ramadan kemarin, selain ia sedang berpuasa untuk tidak makan dan minum, ia juga menjalankan puasa menggunakan kartu kredit. Setelah sempat mengalami “kebangkrutan” karena beberapa kali hanya sanggup membayar minimal pembayaran kartu kredit, di bulan Ramadan ia menguatkan hati dan pikiran untuk menahan semua godaan promo ataupun diskon plus promo-promo tambahan dari kartu kredit tertentu.

Vania melakukan terobosan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya yakni pada saat ia menerima THR ia membayar lunas hutang-hutang kartu kreditnya. Tahun ini pula ia malah bisa berbagi angpao pada keponakan-keponakannya yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

#2 Fatimah Soraya, Property Pertama

Saya bangga dengannya karena sudah mulai berani membayar DP untuk sebuah apartemen dengan 1 ruang tamu 2 kamar tidur. Besar juga ya. Pertama kali dengar ini saya langsung minder, berapa uang yang dimiliki Fatimah, sehingga ia bisa membayar DP apartemen tersebut. Wah banyak sekali.

Ia bercerita uang DP yang ia peroleh hasil investasinya di reksadana 5 tahun lalu yang ia cairkan di bulan Mei kemarin. Dulu saya mengenal ia perhitungan, dan hari itu saya pun tersadar, ia bukan perhitungan dalam hal negatif, tapi ia sedang menyiapkan satu hal untuk kepentingan masa depannya. Ke depan ia akan lebih perhitungan lagi, karena ia akan mulai menyicil bulanan apartemen tersebut setelah pelunasan DP. Wah, keren banget, masih muda sudah berani investasi property.

#3 Fathia, yang Punya Obsesi untuk Menjadi Desainer

Photo Credit : sketchesfashions.com

Selama bulan Ramadan, ia mengisi waktu ngabuburitnya dengan melihat beberapa trend fashion di YouTube dan media-media lainnya. Lebaran tahun ini ia mendapat tantangan dari ibunya untuk melakukan recycle dari pakaian ataupun tas yang dimiliki dengan kata lain, ibunya tidak menganggarkan untuk membeli baju baru. Di luar dugaan Fathia yang masih duduk di bangku SMA ini sangat antusias menerima tantangan tersebut.

Beberapa baju lamanya ia modifikasi sedemikian rupa untuk tampil lebih menarik pada saat berkunjung ke rumah keluarga. Ia cukup pintar menggambar sehingga pakaian dan jaketnya yang berbahan denim ia gambari seekor harimau yang tampak sedang mengaum. Hasilnya? Tidak jelek. Ia bangga dan terlihat beda, penampilannya tetap elegan dan sangat menarik. Saya pun iri dan menyesal tidak menyiapkan satu pakaian denim saya untuk dicorat-coret oleh Fathia.

#4 Dimas, Si Pengelola Budget

Belajar dari masa lalunya yang sering tidak bisa komit dengan alokasi dana dalam setiap pengeluaran, tahun ini Dimas bertekad untuk lebih ketat lagi mengawasi budget yang ia keluarkan. Bermodal aplikasi di handphone-nya Dimas yang baru saja lulus tahun lalu sudah sangat serius mengelola keuangannya. Di bulan Ramadan kemarin cobaan datang bertubi-tubi – untungnya ia sudah mencadangkan post-post pengeluaran yang bisa saja jebol pada saat Ramadan.

Saya penasaran apa sih tujuan hidupnya? Ia menjawab dengan santai, katanya untuk memproteksi diri.

#5 Rio, Pecinta Bengkel Konvensional

Setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya, Rio mulai masuk dalam komunitas transportasi online. Semenjak masuk dalam komunitas transportasi online, Rio mulai beralih dari bengkel resmi ke bengkel konvensional yang menawarkan service dan spare part dengan standar sama dengan bengkel resmi. Tentu saja, biaya perawatan kendaraan di bengkel konvensional lebih murah dibandingkan dengan bengkel resmi.

Ia mulai sadar semenjak ikut dalam komunitas transportasi online. Ia harus benar-benar menjaga kenyamanan penumpang dalam kendaraan yang ditumpangi.

#6 Sapta, yang Ingin Menjadi Viral

Photo Credit: cdn.elegantthemes

Terobsesi dengan berita social experiment dari seorang perokok yang berhenti dan uang yang dihasilkan dari usahanya berhenti merokok ia belikan motor. Membaca hal tersebut, Sapta bercerita pada saya, seusai Ramadan ini, ia akan melakukan hal yang sama. Sedikit demi sedikit uang yang biasanya ia belikan rokok akan ia tabung. Ketika saya tanyakan uangnya untuk apa, ia memilih untuk menyimpan jawabannya untuk diri sendiri.

Entah berhasil atau tidak, saya akan tunggu di Lebaran tahun depan, bagaimana social experiment-nya dapat mengubah hidupnya.

Lebaran tahun ini sangat menyenangkan. Saya bisa berkumpul dengan keluarga besar dan belajar banyak hal tentang kehidupan, termasuk cara mengelola keuangan. Apakah kamu juga punya cerita Lebaran? Yuk bagikan bersama Moola!

BACA JUGA


Bingung Memberi Angpau untuk Keluarga dan Kerabat? Ini 4 Ring Terdepan yang Harus Diutamakan

Bingung Memberi Angpau untuk Keluarga dan Kerabat? Ini 4 Ring Terdepan yang Harus Diutamakan

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin, Sahabat Moola

Read more..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Mohon maaf lahir batin.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "6 Pelajaran tentang Keuangan dari Keluarga Besar Pada Saat Kumpul Lebaran". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !