Dengan situasi di kota-kota besar yang semakin macet dan tidak nyaman, mungkin terbersit di pikiranmu untuk bekerja dari rumah. Dalam bayanganmu, bekerja dari rumah akan menjadi cara yang lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan waktu dan produktivitas. Selain itu, kamu juga bosan diatur bos – dan beruntung, kamu punya skill yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja dari rumah.

Masalahnya, kamu masih khawatir akan kestabilan penghasilan. Kamu takut untuk mengubah gaya hidup karena penghasilan yang tidak menentu. Don't worry, coba baca tips-tips dibawah ini:

1. Melakukan Persiapan Selama 3-6 Bulan

Agar kamu tidak 'jatuh miskin' setelah resign, buatlah timeline jangka menengah dimana dalam waktu-waktu ini kamu memperhatikan dengan seksama pengeluaranmu. Buatlah catatan pengeluaran sebagai bahan evaluasi, pos mana saja yang bisa kamu kurangi sementara kamu belum bisa mencapai penghasilan yang setara dengan bekerja di kantor. Misalnya, ternyata selama ini kamu menghabiskan banyak uang untuk membeli baju dan nongkrong di kafe. Nanti saat kamu sudah bekerja di rumah, hal-hal ini harus dicoret. Selain itu, dalam waktu persiapan ini, kamu bisa mulai mencari klien atau kolega, agar kamu bisa segera bekerja setelah resign.

https://www.futuready.com/tanya-jawab-ahli/investasi-emas-batangan

2. Miliki Tabungan Biaya Hidup

Kebanyakan financial advisor akan menyarankan seseorang untuk memiliki tabungan biaya hidup setara dengan 6-12 bulan, sebelum memutuskan untuk resign. Setidaknya, kamu tetap bisa membayar tagihan dan membiayai operasionalmu selama penghasilan belum menentu. Kamu juga bisa memecah tabungan ini menjadi beberapa produk investasi yang bersifat diam seperti emas. Fungsinya adalah agar kamu tidak 'gatal' menggunakannya – dan baru kamu gunakan jika benar-benar terpaksa.

3. Diskusikan dengan Keluarga

Beberapa pasangan kadang mengalami situasi dimana mereka menyalahkan pasangannya yang bekerja di rumah. Mereka terlihat seolah-olah tidak bekerja, dan jadinya harus bertanggungjawab akan kebersihan rumah, atau adanya makanan di meja. Jika kamu sudah berkomitmen untuk bekerja di rumah, jelaskan kepada orang rumah alasanmu melakukan hal ini. Jangan lupa bicarakan kepada mereka bahwa kamu bukannya tidak bekerja – tapi kamu akan tetap bekerja secara profesional – hanya saja tidak terlalu terikat waktu dan tidak harus pergi ke kantor. Hal ini harus didiskusikan agar mereka mendukung dan memahami posisimu; bukannya malah menimpakan semua tugas rumah ke kamu.

4. Mulai dengan Sederhana

Tidak perlu muluk-muluk saat pertama kali memulai bekerja di rumah. Kamu bisa bekerja di ruang tamu atau ruang makan – mungkin kamu hanya perlu membeli sebuah rak untuk menyimpan dokumen pekerjaan, dan bantal punggung yang nyaman. Jadikan 'memiliki ruang kantor sendiri' sebagai motivasi agar kamu bekerja dengan disiplin dan segera mencari klien sebanyak-banyaknya.

5. Catat Pemasukan

Setelah kamu terbiasa mencatat pengeluaran, kamu juga harus membiasakan diri mencatat pemasukan. Jadi, kamu bisa menetapkan KPI (Key Performance Index)-mu sendiri, serta melihat kapan proyek berdatangan (dan kapan bulan-bulan sepi proyek). Dengan demikian, kamu bisa mempersiapkan rencana kerjamu: bulan apa kamu bisa libur, dan bulan apa kamu harus bekerja keras.

6. Mendefinisikan Produktivitas

Okay, kamu akan mulai bekerja pada jam X dan berhenti pada jam Y. Kamu akan menerima pekerjaan A, B, dan C. Buatlah dokumentasi berapa lama kamu bekerja untuk sebuah proyek, bagaimana kesuksesannya, dan berapa banyak uang yang kamu dapat dari situ. Bukanlah hal yang memalukan jika kamu menolak sebuah pekerjaan yang menghabiskan terlalu banyak waktu dan mendapatkan hanya sedikit kompensasi. Dengan catatan ini, kamu juga bisa menetapkan 'harga'-mu untuk sebuah pekerjaan, dan kamu punya dasar yang kuat untuk itu.

7. Give Yourself a Reward

Kamu sudah menjalani profesi freelancer selama beberapa bulan; kamu sudah menyelesaikan beberapa proyek sulit; dan kamu mulai punya tabungan berlebih; congrats! Ingat untuk menyisihkan sebagian dari penghasilanmu untuk merencanakan sebuah hadiah untuk diri sendiri. Hal ini sangat penting untuk menyegarkan pikiran, mengembalikan motivasimu, dan meningkatkan semangat bekerja. Kalau biasanya bos di kantor yang bertanggungjawab atas bonusmu, kali ini kamu punya tanggung jawab atas diri sendiri. Tapi engga boleh curang ya, hadiah ini diambil dari kelebihan penghasilanmu – bukan kamu ambil dari tabungan darurat.

Apapun yang kamu kerjakan hari ini, dua kunci utama adalah sabar dan bersyukur. Jangan gegabah dalam mengambil keputusan, terutama jika hal ini menyangkut stabilitas keuangan keluarga. Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian – bersiap-siap dahulu, bersenang-senang kemudian.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Tips Keuangan untuk Freelancer". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !