Film yang pertama kali tayang di bioskop pada tahun 1980 ini dikenal sebagai salah satu film horror Indonesia yang terseram sepanjang masa. Kalau dulu di tahun 1980 keluarga Munarto diceritakan sebagai keluarga yang kaya, dalam cerita Pengabdi Setan 2017, keluarga Munarto mengalami krisis finansial, nyaris bangkrut.

Kisah dibuka dengan masalah finansial keluarga Munarto yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu yang terbaring selama 3,5 tahun karena penyakit misterius. Sakit Ibu yang misterius membuat sosoknya semakin hari semakin menyeramkan. Misteri ini yang kemudian berpengaruh kepada kita, ada apa sebenarnya dengan si Ibu? Penyakit yang membuat Ibu tak bisa melakukan apa-apa selain berrbaring di tempat tidur dan hanya bisa membunyikan lonceng jika ingin memanggil dan butuh bantuan dari Bapak ataupun anak-anaknya.

Apa sih pelajaran yang bisa kita dapat agar kita tidak mengalami kebangkrutan seperti keluarga Munarto? Ini tips yang bisa kita pelajari;

1. Gadai Rumah

Ghost Photography Community

Krisis finansial yang dialami keluarga Munarto memaksa mereka untuk menggadaikan rumah dimana mereka tinggal. Rumah yang mereka tempati pun menumpang di rumah nenek mereka. Tadinya saya berpikir kenapa tidak dijual saja rumah yang mereka tempati itu daripada digadaikan? Toh pada nantinya ahli waris rumah tersebut Munarto sendiri.

Masalah: Dalam situasi seperti ini rasanya sulit bagi keluarga Munarto untuk menjual rumah itu. Nenek atau ibu dari Munarto masih hidup, sehingga sulit bagi Munarto main jual saja rumah itu meskipun ia pewaris utama. Tapi masalahnya jika rumah itu digadaikan lalu keluarga ini tak mampu menebusnya, mau tidur dimana mereka?

Solusi: Munarto bisa mengkomunikasikan dengan ibunya bahwa ia ada keinginan menjual rumah itu dan membeli rumah yang lebih kecil untuk sementara waktu sampai keuangan mereka kembali pulih. Sisa uangnya bisa digunakan untuk biaya pengobatan ibu ataupun untuk kehidupan sehari-hari.

2. Kerja di Luar Kota

Usai berkabung setelah kematian Ibu karena penyakit yang misterius, Bapak memutuskan untuk bekerja keluar kota. Ia mempercayakan semua urusan rumah dengan Rini sebagai anak tertua keluarga tersebut. Ibu yang meninggal misterius itu meninggalkan suami dan 4 orang anak.

Masalah: Bapak yang sedang berjuang mengatasi krisis finansial memutuskan untuk bekerja keluar kota dengan meninggalkan anak-anak di rumah memiliki resiko yang cukup besar. Beruntung Rini sebagai anak pertama disini mampu mengatasi segala permasalahan di rumah dan mengurusi nenek serta adik-adiknya.

Solusi: Bapak sudah mengambil keputusan yang tepat untuk bekerja keluar kota. Asumsi saya, Bapak bekerja diluar kota yang memiliki biaya hidup lebih murah dibandingkan tinggal bersama keluarganya saat itu. Dengan begitu ia bisa menghemat lebih banyak dan menyisihkan tabungannya untuk kembali memulihkan krisis finansial yang melanda. Tapi kalau misalkan Bapak bekerja diluar kota dengan biaya hidup yang jauh lebih mahal, tentu keluarga ini malah makin sengsara.

3. Asuransi Jiwa

Twitter Joko Anwar

Dalam masa hidupnya dulu Mawarti atau Ibu adalah seorang penyanyi yang menelurkan lagu hits yang sering diputar di radio-radio. Namun ketika ia jatuh sakit selama 3,5 tahun, namanya mulai tak dikenal lagi meskipun lagu hitsnya yang memiliki lirik bikin merinding itu masih sering diputar di radio-radio.

Masalah: Di masa produktifnya Ibu mendapatkan royalty dari penjualan album ataupun lagu-lagunya. Namun royalty tak selamanya bisa didapat, terlihat Rini di awal adegan film ini datang ke perusahaan label untuk meminta royalty Ibu. Namun perusahaan label tersebut mengatakan tak ada lagi royalty yang bisa diberikan. Ini menyedihkan bukan?

Solusi: Entah bagaimana masa muda Ibu dulu ketika masih produktif. Kalau dipikir kenapa Ibu tidak membayar asuransi kesehatan atau jiwa dimana bisa memberi keuntungan bagi di jika ia mengalami sakit ataupun meninggalkan uang ketika ia tak lagi bisa bertahan dengan penyakitnya itu?

Disini menarik, ketika saya nonton ini, Ibu sama sekali tak punya anggaran yang bisa memproteksi dirinya ketika sedang sakit. Setidaknya jika Ibu membayar asuransi jiwa, ia bisa meninggalkan warisan uang ke keluarga Munarto yang kemungkinan bisa memulihkan keuangan keluarga Munarto. Tapi bukan gara-gara ini ya Ibu lantas gentanyangan di rumah keluarga Munarto. LOL.

4. Jual Barang Berharga

Tony yang merupakan anak kedua dari keluarga Munarto ini sempat menjual barang berharganya berupa jam tangan untuk membeli makanan buat adik-adiknya. Ia sempat dimarahi kakaknya kenapa menjual barang-barang tersebut.

Masalah: Untuk bertahan hidup memang harus berani melakukan apa saja. Menjual barang berharga seperti yang dilakukan Tony sebetulnya tidak salah, tapi entah mengapa Rini kakak Tony memarahinya. Saya berasumsi, bisa saja jam yang dijual Tony merupakan jam warisan dari leluhur mereka. Bisa jadi.

Solusi: Apa yang dilakukan oleh Tony sudah baik. Bahkan jika perlu keluarga Munarto membuka garage sale dengan menjual barang-barang yang masih layak untuk mendapatkan dana tambahan untuk keperluan hidup sehari-hari atau sebagai modal awal untuk buka usaha jika perlu.

5. Hidup Hemat

Twitter Joko Anwar

Salah satu cara untuk bisa bertahan hidup, tentu saja dengan hidup hemat. Rini yang mengurusi adik-adiknya dan neneknya tampak begitu sederhana menggunakan uang dengan baik. Di versi original film ini, Rini atau Rita di film Pengabdi Setan 1980 memiliki hobby pesta dan sering jalan keluar bersama Hendra. Namun di versi 2017, Rini begitu tampil sederhana dan tampaknya ia pintar menggunakan uang yang dititipkan ayahnya.

Masalah: Rini cukup beruntung tinggal bersama adik-adik dan nenek yang cukup pengertian tak merepotkan. Masalah disini adalah ketika Rini mengandalkan 100% uang yang dia terima dari ayahnya untuk mengurusi adik-adik dan neneknya, bagaimana jika uang itu tak pernah sampai lagi? Mau makan darimana?

Solusi: Dengan cara berhidup hemat, Rini sudah menjalankan cara yang benar untuk menggunakan uang yang sedang dalam krisis. Beruntung Hendra seorang anak Pak Ustadz selalu mau menemani Rini kemana pun pergi. Dengan begitu Rini bisa hemat uang transportasi bukan?

Itu dia 5 pelajaran finansial yang bisa kita dapat dari film Pengabdi Setan 2017 karya Joko Anwar ini. Pasti diantara kita tidak ada yang mau bangkrut kan? Apalagi mati penasaran kayak Ibu. Ihhhh sereemmmmmm.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Tips Agar Tidak Bangkrut Seperti Keluarga Munarto di Film Pengabdi Setan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !