Sebuah meme dari kata “Think” mungkin sudah lama tersebar namun saya baru tahu hari ini. Dari kata “Think” tersebut, saya menjadi sadar bahwa postingan ini sangat berguna terutama dalam hal keuangan. Lho kok bisa? Yuk cek pendapat Juli, teman saya, tentang penjabaran kata “Think” yang bisa diaplikasikan juga untuk membelanjakan uang. Tak cuma pengeluaran, cara ini juga berlaku untuk bisnis dan investasi.

Photo Credit: Twitter

1. T-Is it True?

Apa (uang yang sudah kita belanjakan) ini benar? Rasanya menarik untuk membedah kata ini. Menurut Juli, kata ini mempertanyakan kembali wants dan needs yang sedang bertempur di dalam kepala.

“Apa benar saya harus mengeluarkan uang untuk ini?”

Seringkali dilema ini muncul pada saat berhadapan dengan diskon, promo, atau aneka tawaran yang menarik di bazar.

Begitu pula ketika kita sedang bersemangat untuk membeli produk investasi saham yang sedang melambung tinggi. Melihat trend saham yang sedang berkembang pesat, kita pun terbawa trend tersebut dan buru-buru membeli saham tanpa memperhatikan hal-hal lainya. Ini berbahaya dan bisa menyesal di kemudian hari karena trend pasar yang fluktuatif.

Pertanyaan ini valid ketika kita kembali mempertanyakan cara kita menggunakan uang, “Apa (cara) ini benar?” kata Juli.

2. H- Is it Helpful?

Apa (uang yang sudah kita belanjakan) itu membantu? Pertanyaan yang tak tampak dalam tanda kurung tersebut seringkali membutakan. Pertama kali saya mendengar Juli ngomong seperti itu, saya tersedak. Malam itu kami berdua sedang makan nasi goreng yang merupakan makanan favorit saya meskipun setelah memakannya selalu timbul rasa penyesalan. Bagaimana tidak, ancaman timbunan lemak di perut sangat menakutkan.

Juli melanjutkan makna kata “helpful” tersebut. Ia menjelaskan, misal kamu rela untuk menyicil berbulan-bulan atau membayar cash untuk sebuah gadget terbaru, apa gadget tersebut membantumu menyelesaikan pekerjaanmu? Apa itu membantu menambah penghasilanmu? Apa itu membantumu dalam menyelesaikan masalah? Dan lain sebagainya.

Saya diam mengangguk, pelan-pelan menarik handphone saya yang tergeletak di meja dan memasukkannya ke dalam kantong sambil terus pura-pura menikmati nasi goreng yang sudah mulai dingin.

Photo Credit: ibm.com

3. I – Is it Inspiring?

Apa (uang yang sudah kita belanjakan) ini menginspirasi? Belakangan media sosial yang mengunggah quotes orang-orang hebat sangat digemari millenials karena inspirasinya. Menurut July, quotes yang menginspirasi tersebut harusnya dimaknai dengan benar. Seperti Warren Buffet yang membelanjakan uangnya di investasi saham dan menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia. Apa (uang yang sudah kita belanjakan) ini menginspirasi orang lain?

4. N – Is it Necessary?

Apa (uang yang sudah kita belanjakan) ini penting? Ya – apa urgensinya kita membelanjakan uang untuk produk yang ada di depan mata? Apa prioritas kita? Menyicil mobil hingga 5 tahun atau menyiapkan pendidikan anak? Mana yang lebih penting?

Dari pengalamannya membelanjakan barang-barang dengan kartu kredit hingga berakhir dengan status nyaris gagal bayar, membuat Juli benar-benar menjadikan kata “necessary” ini mantra jitu dalam menggunakan uang.

5. K – Is it Kind?

Apa (uang yang sudah kita belanjakan) itu baik? Trigger ini baik pada saat kita menganggarkan pos-pos budgeting. Juli melakukan ini untuk melihat apa setiap pos yang ia anggarkan itu wajar atau berlebihan? Apa ia sudah cukup bijak dalam menggunakan uangnya? Jika ia melihat pos-pos anggarannya seperti pos anggaran bermain, anggaran kongkow barang teman, anggaran investasi, anggaran donasi, anggaran liburan, dan lain sebagainya sudah baik maka yang ia lakukan selanjutnya adalah menjaga agar realisasi penggunaan uangnya sesuai dengan yang sudah direncanakan.

BACA JUGA


3 Cara Sederhana Mengelola Keuangan untuk Memenuhi Isi Kulkasmu

3 Cara Sederhana Mengelola Keuangan untuk Memenuhi Isi Kulkasmu

Libur Lebaran usai, lampu kulkas tak lagi redup alias tidak ada lagi makanan yang tersisa, semua telah disantap di hari Lebaran kemarin. Ada ...

Read more..

Selesai makan bersamanya, saya pun cukup tersadarkan dengan mantra “THINK!” yang awalnya dari sebuah meme kemudian menjadi cara berpikir untuk mengelola uang. Rasanya ingin segera mencoba mantra ajaib ini sebelum mengeluarkan uang seperti Juli. Bagaimana? Sepertinya asyik juga ya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Hal Tentang ‘Think’ Sebelum Kamu Mengeluarkan Uang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !